Mengulik Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Ukraina, Siapa Untung dan Apa Isinya?

Rabu, 23 April 2025 - 12:34 WIB
loading...
Mengulik Kesepakatan...
Berikut beberapa poin yang harus diketahui seputar kesepakatan mineral tanah jarang AS dan Ukraina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Ukraina selangkah lagi menandatangani kesepakatan yang melibatkan deposit mineral Ukraina . Kabar ini mencuat setelah hampir dua bulan kunjungan Presiden Volodymyr Zelensky ke AS untuk menyelesaikan kesepakatan mineral AS-Ukraina, tapi berakhir gagal.

Rincian kesepakatan mineral AS-Ukraina belum jelas, meski bocoran yang beredar menyebutkan termasuk di dalamnya penguasaan infrastruktur energi Ukraina, minyak dan gas, selain mineral.

Baca Juga: AS dan Greenland Menyimpan Harta Karun Logam Tanah Jarang Terbesar, Segini Depositnya

Sebuah nota niat yang ditandatangani dan diterbitkan oleh pemerintah Ukraina pada 18 April, mengatakan kedua negara berencana mendirikan dana investasi untuk rekonstruksi Ukraina sebagai bagian dari kemitraan ekonomi. Dalam memo tersebut juga menyebutkan, Kiev dan Washington bertujuan menyelesaikan teks pada 26 April 2025, mendatang.

Kesepakatan awal sempat ditandatangani pada bulan Februari, tetapi tergelincir setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Zelensky berubah menjadi drama di depan publik. Berikut beberapa poin yang harus diketahui seputar kesepakatan mineral tanah jarang AS dan Ukraina.

Apa isi kesepakatan terbaru mineral AS-Ukraina?

Memo yang dirilis pada hari Jumat, menyebutkan AS dan Ukraina "bermaksud mendirikan dana investasi rekonstruksi sebagai bagian dari kemitraan ekonomi antara kedua rakyat dan pemerintah".

Namun tidak ada rincian tentang bagaimana dana ini akan bekerja, dan juga tidak menyebutkan kata "mineral" sama sekali. Termasuk janji keamanan dari AS, sesuatu yang telah didorong keras Zelensky selama negosiasi.

Trump menginginkan, kesepakatan mineral bisa menjadi kompensasi atas bantuan militer AS yang diberikan kepada Ukraina sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke tetangganya pada Februari 2022.

Memo tidak secara eksplisit membingkai perjanjian dengan cara tersebut, tetapi mencatat "dukungan keuangan dan material yang signifikan" AS untuk Ukraina.

Menteri Ekonomi Ukraina, Yulia Svyrydenko mengakui, teks dokumen akhir masih dikerjakan, tetapi Ia berharap kesepakatan itu "sangat bermanfaat bagi kedua negara".

Sedangkan Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal sebelumnya mengatakan, dana tersebut akan dikelola oleh Kiev dan Washington dengan "persyaratan yang sama".

Petunjuk tentang perjanjian itu mungkin ditemukan dalam kebocoran sebelumnya, karena Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan saat ini masih "secara substansial seperti yang telah kami sepakati sebelumnya".

"Ketika presiden (Zelensky) ada di sini, kami memiliki nota kesepahaman," kata Bessent, yang menandatangani memo itu melalui panggilan video dengan Svyrydenko.

"Kami langsung ke kesepakatan besar, dan saya pikir itu adalah perjanjian setebal 80 halaman dan itulah yang akan kami tandatangani," tambahnya.

Teks yang disiapkan pada bulan Februari tidak pernah dibagikan secara resmi, tetapi muncul versi yang diterbitkan oleh media Ukraina menjelang pertemuan Zelensky dengan Trump.

Ukraina diprediksi bakal menyumbang 50% dari hasil sumber daya mineral, minyak dan gas milik negara ke dana investasi, yang akan digunakan "untuk mempromosikan keselamatan, keamanan, dan kemakmuran Ukraina".

Ia juga mengatakan AS akan "mempertahankan komitmen keuangan jangka panjang untuk pengembangan Ukraina yang stabil dan makmur secara ekonomi".

Baca Juga: AS Selangkah Lagi Segel Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina

Sejak draf itu diterbitkan, beberapa sumber mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News bahwa versi yang diperbarui akan berbeda. Namun sejauh mana perubahan dalam kesepakatan terbaru masih belum jelas.

Ketidaksepakatan atas persyaratan tersebut merupakan bagian dari keretakan yang semakin dalam antara Trump dan Zelensky, beberapa hari sebelum dia melakukan perjalanan ke Washington untuk menandatanganinya.

Presiden Ukraina menolak permintaan awal dari AS untuk akses kepada kekayaan mineral senilai USD500 miliar, tetapi permintaan ini dihapus dari versi yang diterbitkan secara online.

Memo terbaru mengatakan kesepakatan akhir masih dikerjakan, ketika Shmyhal disebut akan mengunjungi Washington minggu depan untuk "diskusi teknis".

Apakah kesepakatan tersebut termasuk jaminan keamanan?

Zelensky telah lama menyerukan kesepakatan, agar memasukkan jaminan keamanan yang kuat dari AS. Namun dalam memo yang ditandatangani hari Jumat tidak menjanjikan jaminan seperti itu.

Meski begitu dikatakan bahwa Kiev dan Washington "menginginkan perdamaian abadi di Ukraina". Dalam versi kesepakatan yang diterbitkan pada bulan Februari mengatakan AS "mendukung upaya Ukraina untuk mendapatkan jaminan keamanan" tetapi tidak menjanjikannya secara eksplisit.

Sementara itu Trump menyarankan kehadiran kontraktor AS di Ukraina sebagai jaminan keamanan, tetapi tanggung jawab atas keamanan Ukraina sekarang akan jatuh ke tangan Eropa. Presiden AS sebelumnya mengatakan, Ukraina akan mendapatkan "hak untuk terus berjuang" dengan imbalan akses ke mineralnya.

Kapan kesepakatan ditandatangani?

Kedua negara disebut bakal merampungkan diskusi pada 26 April, dengan tujuan menandatangani kesepakatan akhir "sesegera mungkin", menurut memo yang beredar. Sementara itu Trump berharap bisa menandatangani kesepakatan lebih cepat, yakni pada 24 April.

"Kami memiliki kesepakatan mineral yang saya kira akan ditandatangani pada Kamis depan. Segera. Dan saya berasumsi mereka akan memenuhi kesepakatan itu. Jadi kita lihat saja. Tapi kami memiliki kesepakatan tentang itu," kata Trump minggu ini.

Trump sebelumnya juga mengatakan, bahwa dia dan Zelensky akan menandatangani kesepakatan saat menggelar pertemuan pada Februari di Gedung Putih, meski berakhir gagal.

PM Ukraina, Shmyhal menerangkan, versi final dari perjanjian itu telah disiapkan menjelang pertemuan, meskipun ajudan Zelensky, Mykhaylo Podolyak mengatakan hanya perjanjian kerangka kerja yang akan ditandatangani.

Tetapi pada Februari lalu tidak terjadi kesepakatan, malah yang terjadi perdebatan panas antara Trump dan Zelensky di Kantor Oval. Pada satu titik, Trump yang marah mengatakan Zelensky tidak cukup berterima kasih atas dukungan AS selama perang, dan bahwa dia "berjudi dengan Perang Dunia Ketiga".

Dia mengatakan, Zelensky harus "membuat kesepakatan atau kami keluar", sembari menambahkan: "Anda tidak memiliki kartu AS."

Tidak lama setelah itu -jauh lebih cepat dari jadwal- presiden Ukraina terlihat meninggalkan Gedung Putih. Pemerintah AS kemudian mengumumkan kesepakatan mineral belum disepakati - dan mengatakan Trump telah memutuskan untuk membatalkan seremoni penandatanganan itu sendiri.

Mineral apa yang dimiliki Ukraina?

Kiev memperkirakan bahwa sekitar 5% dari "bahan baku mineral kritis" dunia berada di Ukraina. Termasuk di dalamnya sekitar 19 juta ton cadangan grafit, yang menurut badan negara Survei Geologi Ukraina menjadikan negara itu sebagai "salah satu dari lima negara terkemuka" untuk pasokan mineral.

Grafit merupakan salah satu bahan untuk membuat baterai kendaraan listrik. Selain itu Ukraina juga memiliki deposit titanium dan lithium yang signifikan.

Bahkan Kiev memiliki sejumlah besar logam tanah jarang dunia -17 elemen yang dipakai dalam produksi senjata, turbin angin, elektronik dan produk lain yang penting di dunia modern-, meski klaim ini masih diperdebatkan.

Sumber daya senilai USD350 miliar diklaim tetap berada di wilayah pendudukan saat ini. Ada juga peringatan bahwa kesepakatan yang memungkinkan AS mengakses kekayaan mineral Ukraina secara luas tidak dapat terjadi kecuali negara itu mengatasi masalahnya dengan tambang.

Seperempat dari daratan Ukraina diperkirakan terkontaminasi ranjau darat, terutama di timur negara itu yang sedang dilanda perang. Masalah lain adalah butuh waktu panjang, sebelum menuai manfaat dari kesepakatan tersebut.

"Sumber daya ini tidak ada di pelabuhan atau gudang; mereka harus dikembangkan," kata Tymofiy Mylovanov, mantan menteri dan kepala sekolah ekonomi Kiev, kepada BBC.

Bagaimana reaksi Rusia?

Kesepakatan mineral AS-Ukraina sejatinya bakal diteken pada bulan Februari. Hal ini direspons oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mengaku, siap untuk "menawarkan" sumber daya kepada mitra Amerika dalam proyek bersama. Termasuk penambangan di "wilayah baru" Rusia - mengacu pada bagian timur Ukraina yang diduduki oleh Rusia sejak invasi skala penuh tiga tahun lalu.

Putin mengatakan, kesepakatan potensial AS-Ukraina tentang mineral langka menjadi fokusnya. Ia mengklaim, Rusia "tidak diragukan lagi, dan saya ingin menekankan secara signifikan memiliki lebih banyak sumber daya semacam ini daripada Ukraina".

"Adapun wilayah baru itu juga sama. Kami siap untuk menarik mitra asing ke apa yang disebut baru, ke wilayah bersejarah kami, yang telah kembali ke Federasi Rusia," tambahnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved