3 Tahun Berturut-turut Pertumbuhan Ekonomi Negara Eropa Ini Nol Persen

Rabu, 23 April 2025 - 17:39 WIB
loading...
3 Tahun Berturut-turut...
Setelah mengalami kontraksi pada tahun 2023 dan 2024, pertumbuhan ekonomi Jerman tahun ini diproyeksi nol persen. FOTO/Dok./Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Jerman menghadapi tahun ketiga berturut-turut stagnasi ekonomi menyusul kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) terbaru dan meningkatnya ketidakpastian atas kebijakan perdagangan Washington. Hal itu diungkap surat kabar Jerman, Handelsblatt pada hari Selasa, mengutip prakiraan internal pemerintah.

Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif 20 persen untuk semua barang Uni Eropa (UE) dan 25 persen untuk impor baja, aluminium, dan mobil untuk mengatasi apa yang disebut Washington sebagai ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil. Sementara Brussels menyiapkan tarif pembalasan 25 persen, Trump kemudian menghentikan sebagian besar tarif baru selama 90 hari untuk memungkinkan negosiasi. Namun, tarif dasar 10 persen dan target 25 persen tetap berlaku.

Baca Juga: Trump Tiba-tiba Bersikap Baik ke China, Iming-iming Turunkan Tarif Impor

Menurut laporan tersebut, pemerintah Kanselir Olaf Scholz yang akan berakhir telah merevisi prakiraan PDB 2025 untuk Jerman menjadi 0 persen, turun dari 0,3 persen pada bulan Januari. Ini akan menandai pertama kalinya dalam sejarah bahwa ekonomi terbesar Uni Eropa tersebut gagal tumbuh selama tiga tahun berturut-turut, setelah mengalami kontraksi pada tahun 2023 dan 2024. Pemerintah memperkirakan pemulihan yang moderat pada tahun 2026, dengan pertumbuhan yang sekarang diproyeksikan sebesar 0,9 persen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,1 persen.

Data dari Kantor Statistik Federal menunjukkan bahwa AS adalah mitra dagang utama Jerman tahun lalu, yang membuat dampak tarif menjadi sangat signifikan.

Sumber mengatakan ketidakpastian atas tarif telah mendorong perusahaan-perusahaan Jerman untuk menunda investasi hingga situasi menjadi lebih jelas, yang menyebabkan perubahan dalam proyeksi. Jika tarif penuh 20 persen diberlakukan, pertumbuhan dapat turun lebih jauh, sumber tersebut mencatat. Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia dan Institut Ifo Munich sebelumnya memperkirakan ekonomi Jerman dapat menyusut sebesar 0,3 persen dalam skenario ini.

Kinerja bisnis yang buruk telah menambah kesuraman ekonomi, tetapi beberapa sumber mengatakan beberapa ketidakpastian dapat mereda karena dana infrastruktur senilai 500 miliar euro (sekitar USD570 miliar) yang baru-baru ini disetujui pemerintah dan reformasi untuk menahan utang. Bantuan juga dapat datang dengan perubahan kepemimpinan, mereka menambahkan. Kanselir yang baru, Friedrich Merz, yang akan menjabat pada bulan Mei, telah berjanji untuk menghidupkan kembali daya saing ekonomi negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Rekomendasi
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
FIFA Izinkan Pemain...
FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
Benarkah Tidur Tanpa...
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
Berita Terkini
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved