Logam Tanah Jarang Jadi Primadona, Pengembangan REE di Tanjung Ular Digenjot
Kamis, 24 April 2025 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Lalu kebutuhan akan mitra strategis yang memiliki teknologi dan pengalaman dan proses revitalisasi pilot plant memerlukan waktu dan dukungan teknis yang signifikan agar dapat berjalan optimal. PT Timah terus berkomitmen untuk mengoperasikan pilot plan sebagai tahap awal validasi teknologi dan pengujian skala
terbatas.
Kedepannya, PT Timah juga berencana untuk membangun pabrik pengolahan LTJ skala komersial dengan bahan baku dari monasit sebagai mineral ikutan timah. Meningkatkan kolaborasi strategis dengan mitra teknologi untuk percepatan penguasaan teknologi pengolahan LTJ.
Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
"Dengan adanya pengembangan REE di dalam negeri, PT Timah berupaya untuk berkontribusi dalam rantai pasok industri berbasis LTJ nasional dan global, seiring dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap unsur tanah jarang," tambah Dicky.
Proyek Rare Earth Element di Tanjung Ular menjadi tonggak penting karena REE merupakan komponen vital dalam pengembangan teknologi masa depan dan transisi energi ramah lingkungan.
terbatas.
Kedepannya, PT Timah juga berencana untuk membangun pabrik pengolahan LTJ skala komersial dengan bahan baku dari monasit sebagai mineral ikutan timah. Meningkatkan kolaborasi strategis dengan mitra teknologi untuk percepatan penguasaan teknologi pengolahan LTJ.
Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
"Dengan adanya pengembangan REE di dalam negeri, PT Timah berupaya untuk berkontribusi dalam rantai pasok industri berbasis LTJ nasional dan global, seiring dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap unsur tanah jarang," tambah Dicky.
Proyek Rare Earth Element di Tanjung Ular menjadi tonggak penting karena REE merupakan komponen vital dalam pengembangan teknologi masa depan dan transisi energi ramah lingkungan.
(akr)
Lihat Juga :