China Desak AS Cabut Kebijakan Tarif Sepihak, Bantah Sudah Bicara dengan Trump
Jum'at, 25 April 2025 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada kuartal I-2025 ekonomi China tumbuh sebesar 5,4%, melampaui target tahunan sebesar 5%. Capaian ini memberikan ruang bagi otoritas di Beijing untuk menahan diri dan tidak terburu-buru dalam mengambil langkah kebijakan tambahan.
Baca Juga: Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir Jika Diinvasi Barat
Seiring dengan memanasnya isu tarif, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng mengingatkan tentang dampak konflik dagang terhadap kepercayaan global terhadap sistem ekonomi dunia. Peringatan tersebut disampaikan dalam kunjungan resminya ke Washington untuk menghadiri pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
"Semua pihak perlu memperkuat kerja sama global dan mencegah agar perekonomian dunia tidak jatuh ke dalam situasi yang penuh gesekan dan minim kepercayaan," ujar Pan dalam forum Kelompok 20 (G20), sebagaimana disampaikan melalui siaran lembaga penyiaran nasional CCTV.
Pan merupakan bagian dari delegasi tingkat tinggi Tiongkok dalam pertemuan tersebut. Meski Presiden Trump telah melunak terkait tarif, hingga kini belum ada pertemuan bilateral resmi antara kedua negara yang diumumkan secara terbuka.
"Perang dagang tidak memberikan keuntungan bagi siapa pun. China akan tetap terbuka terhadap dunia dan mendukung sistem perdagangan multilateral serta perdagangan bebas," ujar Pan.
Baca Juga: Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir Jika Diinvasi Barat
Seiring dengan memanasnya isu tarif, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng mengingatkan tentang dampak konflik dagang terhadap kepercayaan global terhadap sistem ekonomi dunia. Peringatan tersebut disampaikan dalam kunjungan resminya ke Washington untuk menghadiri pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
"Semua pihak perlu memperkuat kerja sama global dan mencegah agar perekonomian dunia tidak jatuh ke dalam situasi yang penuh gesekan dan minim kepercayaan," ujar Pan dalam forum Kelompok 20 (G20), sebagaimana disampaikan melalui siaran lembaga penyiaran nasional CCTV.
Pan merupakan bagian dari delegasi tingkat tinggi Tiongkok dalam pertemuan tersebut. Meski Presiden Trump telah melunak terkait tarif, hingga kini belum ada pertemuan bilateral resmi antara kedua negara yang diumumkan secara terbuka.
"Perang dagang tidak memberikan keuntungan bagi siapa pun. China akan tetap terbuka terhadap dunia dan mendukung sistem perdagangan multilateral serta perdagangan bebas," ujar Pan.
(nng)
Lihat Juga :