China Desak AS Cabut Kebijakan Tarif Sepihak, Bantah Sudah Bicara dengan Trump

Jum'at, 25 April 2025 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Trump Tiba-tiba Bersikap Baik ke China, Iming-iming Turunkan Tarif Impor

Beijing diyakini sedang menunggu langkah konkret dari Washington, seperti penunjukan perwakilan khusus untuk berunding serta komitmen untuk menghormati kekhawatiran China, termasuk soal sanksi ekonomi dan isu Taiwan.

Sebagai informasi, tarif impor AS terhadap sejumlah produk asal China saat ini mencapai hingga 145%. Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap performa ekspor Negeri Tirai Bambu, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonominya.

Langkah China sejauh ini cenderung berhati-hati dalam merespons dinamika tarif dari AS. Pihak berwenang setempat juga mengingatkan negara-negara lain agar tidak terjebak dalam kesepakatan dengan AS yang dapat merugikan kepentingan nasional China.

Antisipasi Dampak Ekonomi


Perhatian China saat ini tertuju pada kemungkinan stimulus baru guna meredam dampak negatif perang dagang terhadap ekonomi. Sekitar 40% pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2025 disumbang oleh ekspor. Para analis memperkirakan, stimulus kebijakan bisa saja diumumkan dalam waktu dekat bertepatan dengan pertemuan Politbiro akhir bulan ini.

Kepala Ekonom China di Macquarie Group, Larry Hu, menilai Pemerintah China belum memiliki urgensi untuk mengucurkan stimulus dalam waktu dekat.

"Lagipula, jauh lebih mudah bagi Trump untuk menarik kembali ancaman tarifnya ketimbang bagi Beijing untuk menarik kembali pengumuman stimulus," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Rekomendasi
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Berita Terkini
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved