Perang Dagang dan Penurunan Pendapatan Minyak Bikin Menkeu Rusia Was-was
Sabtu, 26 April 2025 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kita harus, dan tentu saja bersiap untuk perubahan dan menyusun berbagai skenario berdasarkan situasi saat ini," paparnya.
Harga minyak terus menyusut dengan tajam sejak awal April, tertekan oleh tarif perdagangan AS dan keputusan tidak terduga OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Negara-negara anggota setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 411.000 barel per hari mulai Mei, tiga kali lipat dari kenaikan yang direncanakan semula sebesar 135.000 barel per hari.
Baca Juga: Bank Sentral Rusia Memperingatkan Kejatuhan Harga Minyak era 80-an Bisa Terulang
Pada 9 April, harga minyak mentah Ural Rusia turun di bawah USD50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juni 2023. Sebelumnya di bulan Maret, Kementerian Keuangan mengatakan pihaknya memperkirakan harga minyak rata-rata pada tahun 2025 mendekati USD60 per barel, turun dari USD70 yang dianggarkan. Perkiraan Kementerian Pembangunan Ekonomi bahkan lebih rendah, yaitu USD56 per barel.
Harga minyak terus menyusut dengan tajam sejak awal April, tertekan oleh tarif perdagangan AS dan keputusan tidak terduga OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Negara-negara anggota setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 411.000 barel per hari mulai Mei, tiga kali lipat dari kenaikan yang direncanakan semula sebesar 135.000 barel per hari.
Baca Juga: Bank Sentral Rusia Memperingatkan Kejatuhan Harga Minyak era 80-an Bisa Terulang
Pada 9 April, harga minyak mentah Ural Rusia turun di bawah USD50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juni 2023. Sebelumnya di bulan Maret, Kementerian Keuangan mengatakan pihaknya memperkirakan harga minyak rata-rata pada tahun 2025 mendekati USD60 per barel, turun dari USD70 yang dianggarkan. Perkiraan Kementerian Pembangunan Ekonomi bahkan lebih rendah, yaitu USD56 per barel.
(akr)
Lihat Juga :