Bos Perusahaan AS Ramai-ramai Teriak Soal Dampak Tarif Trump
Sabtu, 26 April 2025 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu eksekutif Procter & Gamble (P&G) juga mengisyaratkan bagaimana tarif bisa memicu kenaikan harga bagi pelanggan. Produsen Ariel, Head & Shoulders dan Gillette mengatakan sedang mempertimbangkan perubahan harganya untuk menebus biaya tambahan bahan yang bersumber dari China dan beberapa tempat-tempat lain.
Ia juga mengatakan, pihaknya memperkirakan penjualan akan tumbuh tahun ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. "Kami akan mencari setiap kesempatan untuk mengurangi dampaknya," kata Andre Schulten, kepala keuangan P&G yang juga menambahkan, bahwa akan ada penyesuaian pada "beberapa harga untuk konsumen".
Sementara Owner 7-Eleven, Seven & I, mengatakan pihaknya juga merasakan dampak dari perang dagang. Dimana Amerika Utara menyumbang lebih dari 70% dari penjualannya.
Kepala eksekutif, Stephen Dacus, mengatakan kepada BBC tentang ketidakpastian yang dihadapi oleh bisnis tersebut. "Kami tidak tahu apa tarif itu. Kami telah melihat beberapa berita baru-baru ini di mana mereka telah berubah sedikit sehingga sedikit sulit untuk memahami apa efek akhirnya," katanya.
"Menurunkan harga dan menurunkan kualitas biasanya tidak berhasil... Jadi apa yang harus Anda lakukan... adalah menemukan cara untuk menjaga kualitas sambil menurunkan biaya".
Mereka bergabung dengan beberapa perusahaan di seluruh dunia yang juga memperingatkan tentang dampak kebijakan perdagangan Trump.
Raksasa pembuat mobil Korea Selatan, Hyundai mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah membentuk satuan tugas untuk menemukan cara menangani dampak dari tarif terbaru Trump.
"Kami memperkirakan prospek bisnis yang menantang akan berlanjut karena konflik perdagangan yang semakin intensif dan berbagai faktor makroekonomi yang tidak dapat diprediksi," katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya memperkirakan penjualan akan tumbuh tahun ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. "Kami akan mencari setiap kesempatan untuk mengurangi dampaknya," kata Andre Schulten, kepala keuangan P&G yang juga menambahkan, bahwa akan ada penyesuaian pada "beberapa harga untuk konsumen".
Sementara Owner 7-Eleven, Seven & I, mengatakan pihaknya juga merasakan dampak dari perang dagang. Dimana Amerika Utara menyumbang lebih dari 70% dari penjualannya.
Kepala eksekutif, Stephen Dacus, mengatakan kepada BBC tentang ketidakpastian yang dihadapi oleh bisnis tersebut. "Kami tidak tahu apa tarif itu. Kami telah melihat beberapa berita baru-baru ini di mana mereka telah berubah sedikit sehingga sedikit sulit untuk memahami apa efek akhirnya," katanya.
"Menurunkan harga dan menurunkan kualitas biasanya tidak berhasil... Jadi apa yang harus Anda lakukan... adalah menemukan cara untuk menjaga kualitas sambil menurunkan biaya".
Mereka bergabung dengan beberapa perusahaan di seluruh dunia yang juga memperingatkan tentang dampak kebijakan perdagangan Trump.
Raksasa pembuat mobil Korea Selatan, Hyundai mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah membentuk satuan tugas untuk menemukan cara menangani dampak dari tarif terbaru Trump.
"Kami memperkirakan prospek bisnis yang menantang akan berlanjut karena konflik perdagangan yang semakin intensif dan berbagai faktor makroekonomi yang tidak dapat diprediksi," katanya.
Lihat Juga :