Bos Perusahaan AS Ramai-ramai Teriak Soal Dampak Tarif Trump

Sabtu, 26 April 2025 - 13:55 WIB
loading...
Bos Perusahaan AS Ramai-ramai...
Deretan eksekutif dari beberapa perusahaan top AS memperingatkan terkait dampak tarif tinggi terbaru Presiden Donald Trump terhadap kelangsungan bisnis mereka dan ekonomi secara garis luas. Foto/Dok Bloomberg
A A A
JAKARTA - Deretan eksekutif dari beberapa perusahaan top Amerika Serikat (AS) memperingatkan terkait dampak tarif tinggi terbaru Presiden Donald Trump terhadap kelangsungan bisnis mereka dan ekonomi secara garis luas. Bos dari raksasa teknologi Intel, produsen sepatu Skechers dan perusahaan produk konsumen Procter & Gamble, memangkas perkiraan laba mereka dengan alasan ketidakpastian ekonomi .

Seperti diketahui Presiden AS Donald Trump sedang mencoba menyeimbangkan kembali hubungan dengan mitra dagang utama, lewat kebijakan tarif impor tinggi untuk membawa mereka ke meja perundingan. Belum ada perjanjian perdagangan baru antara AS dan negara-negara lain yang terkena sanksi, meski ada sinyal positif terkait pembicaraan dengan Korea Selatan.

"Kebijakan perdagangan AS dan sekitarnya, serta risiko peraturan, telah meningkatkan kemungkinan perlambatan ekonomi dengan kemungkinan resesi semakin besar," kata chief financial officer Intel, David Zinsner seperti dilansir BBC.

Baca Juga: Lawan Tarif Trump, Kemendag Siapkan 21 Perjanjian Dagang Baru dengan Berbagai Negara

"Kami pasti akan melihat seberapa besar kenaikan biaya," tambahnya saat perusahaan yang berbasis di California itu mengumumkan perkiraan laba dan pendapatan yang suram.

Saham Intel turun lebih dari 5% setelah pernyataan tersebut.

Di luar industri teknologi, pembuat sepatu Skechers juga mengirim sinyal negatif buat investor. Saham perusahaan turun setelah menunda perkiraan hasil tahunannya. "Lingkungan saat ini terlalu dinamis untuk merencanakan hasil dengan jaminan kesuksesan yang wajar," kata chief operating officer Skechers, David Weinberg, kepada investor.

Skechers - seperti saingan mereka yakni Nike, Adidas dan Puma - menggunakan pabrik di Asia, terutama di China, untuk membuat produknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved