Bank Mandiri Salurkan KUR Rp12,8 Triliun hingga Maret 2025
Minggu, 27 April 2025 - 17:00 WIB
loading...
Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada pelaku usaha di seluruh Indonesia hingga Maret 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,83 triliun kepada lebih dari 110.807 pelaku usaha di seluruh Indonesia hingga Maret 2025. Realisasi tersebut mencapai 33,34 persen dari total target KUR Bank Mandiri tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp38,5 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pencapaian ini adalah hasil sinergi antara Bank Mandiri, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya dari sektor produktif.
"Komitmen kami adalah menghadirkan pembiayaan dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku usaha. Penyaluran KUR kami arahkan untuk mengakselerasi sektor-sektor produktif yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Bank Mandiri Sebar Dividen Rp43,51 Triliun, Setara 78% dari Laba
Menurut Darmawan, sebagian besar KUR Bank Mandiri disalurkan ke sektor produksi, yaitu sebesar 59,88 persen atau sekitar Rp7,68 triliun. Sementara sektor non-produksi menyumbang Rp5,15 triliun atau 40,12 persen.
Sektor pertanian tercatat sebagai penerima terbesar dengan total pembiayaan Rp3,81 triliun atau 29,72 persen dari keseluruhan KUR yang disalurkan. Kemudian disusul sektor jasa produksi sebesar Rp2,71 triliun, industri pengolahan Rp984 miliar, perikanan Rp 164 miliar, dan sektor pertambangan Rp6,1 miliar. Dari segi jenis kredit, KUR Kecil mendominasi dengan nilai Rp8,18 triliun, diikuti KUR Mikro sebesar Rp4,64 triliun.
"Dalam mendorong realisasi penyaluran KUR, Bank Mandiri mengedepankan keberlanjutan dan inklusivitas. Dengan memperkuat sektor produksi, kami berharap dapat turut mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing secara berkelanjutan," ungkap Darmawan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pencapaian ini adalah hasil sinergi antara Bank Mandiri, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya dari sektor produktif.
"Komitmen kami adalah menghadirkan pembiayaan dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku usaha. Penyaluran KUR kami arahkan untuk mengakselerasi sektor-sektor produktif yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Bank Mandiri Sebar Dividen Rp43,51 Triliun, Setara 78% dari Laba
Menurut Darmawan, sebagian besar KUR Bank Mandiri disalurkan ke sektor produksi, yaitu sebesar 59,88 persen atau sekitar Rp7,68 triliun. Sementara sektor non-produksi menyumbang Rp5,15 triliun atau 40,12 persen.
Sektor pertanian tercatat sebagai penerima terbesar dengan total pembiayaan Rp3,81 triliun atau 29,72 persen dari keseluruhan KUR yang disalurkan. Kemudian disusul sektor jasa produksi sebesar Rp2,71 triliun, industri pengolahan Rp984 miliar, perikanan Rp 164 miliar, dan sektor pertambangan Rp6,1 miliar. Dari segi jenis kredit, KUR Kecil mendominasi dengan nilai Rp8,18 triliun, diikuti KUR Mikro sebesar Rp4,64 triliun.
"Dalam mendorong realisasi penyaluran KUR, Bank Mandiri mengedepankan keberlanjutan dan inklusivitas. Dengan memperkuat sektor produksi, kami berharap dapat turut mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing secara berkelanjutan," ungkap Darmawan.
Lihat Juga :