Dampak Tarif Trump, Penerimaan Bea Cukai AS Pecah Rekor Tembus Rp259 Triliun per April

Minggu, 27 April 2025 - 21:19 WIB
loading...
Dampak Tarif Trump,...
Penerimaan bea cukai Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada April. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Penerimaan bea cukai Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada April. Kementerian Keuangan AS melaporkan pendapatan bea dan cukai mencapai USD15,4 miliar atau setara Rp259 triliun meningkat lebih dari 60% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut dipicu oleh kebijakan tarif baru yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Pada 2 April lalu, Trump mengumumkan tarif impor baja sebesar 25% dan tarif universal 10% terhadap berbagai produk impor.

Menurut data yang dikutip Bloomberg, lonjakan ini terutama mencerminkan dampak dari tarif baja. Adapun pengaruh penuh dari tarif universal diperkirakan baru akan terlihat pada laporan bulan Mei. Rata-rata pembayaran harian bea cukai meningkat hampir 40% pada April dibandingkan Maret.

Baca Juga: Aksi 'Jual Amerika' Menguat, China Buang Dolar AS Rp387 Triliun

Kebijakan tarif ini merupakan bagian dari strategi ekonomi America First yang dikampanyekan Trump. Ia berupaya melindungi industri domestik dari produk asing yang lebih murah sekaligus menambah pemasukan negara.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut tarif bisa menjadi sumber pendapatan utama negara seperti yang terjadi antara tahun 1870 hingga 1913.

"Saat itu, tarif adalah satu-satunya bentuk penerimaan. Dan saat itulah negara kita menjadi yang terkaya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Rekomendasi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved