Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Kamis, 09 April 2026 - 14:26 WIB
loading...
Bank Dunia menyoroti bahwa faktor risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik saat ini bukanlah besaran tarif perdagangan, melainkan tingginya tingkat ketidakpastian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia menyoroti bahwa faktor risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik saat ini bukanlah besaran tarif perdagangan, melainkan tingginya tingkat ketidakpastian global . Kondisi ini dipicu oleh arah kebijakan Amerika Serikat (AS) yang kerap berubah drastis serta konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda stabilitas.
Kepala Ekonom Kawasan Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia, Aaditya Mattoo menjelaskan bahwa fluktuasi kebijakan menciptakan keraguan bagi pelaku pasar untuk melakukan investasi jangka panjang.
"Di luar itu ketidakpastian terkait dengan kebijakan tarif, melainkan ketidakpastian di masa depan itu juga sangat mempengaruhi," ujar Aaditya Mattoo dalam pemaparan laporan secara daring, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Mattoo menilai dunia usaha jauh lebih mengkhawatirkan ketidakjelasan arah kebijakan daripada angka tarif itu sendiri. Perubahan regulasi yang sangat cepat- mulai dari pemberlakuan tarif, pembatalan oleh otoritas hukum, hingga penerapan tarif sementara- membuat pelaku usaha cenderung menahan ekspansi bisnis mereka.
Kepala Ekonom Kawasan Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia, Aaditya Mattoo menjelaskan bahwa fluktuasi kebijakan menciptakan keraguan bagi pelaku pasar untuk melakukan investasi jangka panjang.
"Di luar itu ketidakpastian terkait dengan kebijakan tarif, melainkan ketidakpastian di masa depan itu juga sangat mempengaruhi," ujar Aaditya Mattoo dalam pemaparan laporan secara daring, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Mattoo menilai dunia usaha jauh lebih mengkhawatirkan ketidakjelasan arah kebijakan daripada angka tarif itu sendiri. Perubahan regulasi yang sangat cepat- mulai dari pemberlakuan tarif, pembatalan oleh otoritas hukum, hingga penerapan tarif sementara- membuat pelaku usaha cenderung menahan ekspansi bisnis mereka.
Lihat Juga :