Membanggakan, RI Negara Pertama Adaptasi Kaidah K3 ILO di Sektor Kehutanan
Selasa, 29 April 2025 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Dida menekankan implementasi K3 pada sektor kehutanan adalah titik keseimbangan untuk memastikan keberlanjutan hutan sekaligus keselamatan pekerja. "Pekerja dihadapkan dengan tantangan untuk memaksimalkan manfaat dan hilirisasi, nilai tambah produk yang tentu saja memerlukan keselamatan dan kesehatan kerja," kata Dida yang hadir mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh mengapresiasi capaian ini. "Hari ini Anda menginspirasi dunia sebagai negara pertama yang meluncurkan Kaidah K3 untuk sektor kehutanan. Ini bukan sekadar dokumen biasa. Ini adalah gebrakan yang bisa memberi efek domino ke banyak negara," ujarnya.
Simrin juga mendorong agar Indonesia dapat memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan penerapan K3 di sektor kehutanan. Ini sejalan dengan tema global K3 2025 yang fokus pada penggunaan AI dalam mendukung keselamatan kerja.
Sekjen Federasi Serikat Pekerja Kehutanan dan Perkayuan Indonesia (Kahutindo) Rulita Wijayaningdyah menekankan sektor kehutanan tergolong berisiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. "Topografi berat dan kondisi geografis yang menantang membuat sektor ini rawan kecelakaan. Padahal keselamatan adalah hak dasar pekerja," katanya.
Kahutindo bersama afiliasi global Building and Wood Workers International (BWI), turut aktif dalam perumusan revisi Kaidah ILO K3 Kehutanan yang diadopsi pada Mei 2024. Peluncuran adaptasi nasional ini diharapkan menjadi momentum memperkuat penerapan sistem manajemen K3 di seluruh unit pengelolaan hutan di Indonesia.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh mengapresiasi capaian ini. "Hari ini Anda menginspirasi dunia sebagai negara pertama yang meluncurkan Kaidah K3 untuk sektor kehutanan. Ini bukan sekadar dokumen biasa. Ini adalah gebrakan yang bisa memberi efek domino ke banyak negara," ujarnya.
Simrin juga mendorong agar Indonesia dapat memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan penerapan K3 di sektor kehutanan. Ini sejalan dengan tema global K3 2025 yang fokus pada penggunaan AI dalam mendukung keselamatan kerja.
Sekjen Federasi Serikat Pekerja Kehutanan dan Perkayuan Indonesia (Kahutindo) Rulita Wijayaningdyah menekankan sektor kehutanan tergolong berisiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. "Topografi berat dan kondisi geografis yang menantang membuat sektor ini rawan kecelakaan. Padahal keselamatan adalah hak dasar pekerja," katanya.
Kahutindo bersama afiliasi global Building and Wood Workers International (BWI), turut aktif dalam perumusan revisi Kaidah ILO K3 Kehutanan yang diadopsi pada Mei 2024. Peluncuran adaptasi nasional ini diharapkan menjadi momentum memperkuat penerapan sistem manajemen K3 di seluruh unit pengelolaan hutan di Indonesia.
Lihat Juga :