Regenerasi Petani, Kementan Gelar Grand Final Young Ambassador Agriculture 2025
Rabu, 30 April 2025 - 11:11 WIB
loading...
BPPSDMP Kementan kembali menggelar Grand Final Young Ambassador Agricultural 2025 di Ciawi, Bogor. Kegiatan ini sebagai upaya regenerasi petani Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BOGOR - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan kembali menggelar Grand Final Young Ambassador Agricultural 2025. Acara ini sebagai upaya konkret untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
Kegiatan puncak di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi, Bogor, Jawa Barat ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mencetak duta-duta pertanian yang inovatif dan inspiratif. Langkah itu untuk mendukung langkah Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda ikut bergelut di bidang pertanian.
Mentan Amran mengatakan, Indonesia membutuhkan para pemuda untuk masuk menjadi petani yang berpenghasilan tinggi. Dia yakin dengan mendorong petani menjadi petani modern akan menjadikan Indonesia Emas 2045. Baca juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
"Kuncinya ada 60% generasi milenial dan generasi Z. Kita harus dorong pertanian yang menguntungkan menggunakan teknologi tinggi sehingga masuk ke sektor pertanian," katanya dalam siaran pers, Rabu (30/4/2025).
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) hadir untuk regenerasi petani. Menurutnya, jika negara tidak menyiapkan generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian, maka akan terjadi kekosongan pelaku usahatani ke depan.
Kegiatan puncak di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Ciawi, Bogor, Jawa Barat ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mencetak duta-duta pertanian yang inovatif dan inspiratif. Langkah itu untuk mendukung langkah Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda ikut bergelut di bidang pertanian.
Mentan Amran mengatakan, Indonesia membutuhkan para pemuda untuk masuk menjadi petani yang berpenghasilan tinggi. Dia yakin dengan mendorong petani menjadi petani modern akan menjadikan Indonesia Emas 2045. Baca juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
"Kuncinya ada 60% generasi milenial dan generasi Z. Kita harus dorong pertanian yang menguntungkan menggunakan teknologi tinggi sehingga masuk ke sektor pertanian," katanya dalam siaran pers, Rabu (30/4/2025).
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) hadir untuk regenerasi petani. Menurutnya, jika negara tidak menyiapkan generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian, maka akan terjadi kekosongan pelaku usahatani ke depan.
Lihat Juga :