Pemerintah Tarik Utang Rp250 Triliun di Awal Tahun, Sri Mulyani Sebut Alasannya
Rabu, 30 April 2025 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun ini ketidakpastiannya even higher. Coba kita lihat ketidakpastian dari mulai kebijakan Presiden Trump yang menimbulkan jiteri di market, menimbulkan ekspektasi inflasi di AS meningkat, menyebabkan Fed Fund rate menjadi dalam posisi sulit untuk menurunkan suku bunga,” jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan bahwa hubungan antara Presiden Trump dan Ketua The Fed yang kurang harmonis turut menciptakan tambahan risiko di pasar global. Karena itu, front loading dinilai langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan.
Sri Mulyani juga menjelaskan posisi defisit anggaran per 31 Maret 2025 sebesar Rp104,2 triliun atau setara 16,9% dari total defisit yang ditargetkan tahun ini, yakni Rp616,2 triliun. Angka ini setara 0,43% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah batas aman APBN.
“Saya ulang sekali lagi, sebagai pembantuan media kalau bikin beritanya, saya berdoa dan saya berharap bukan-bukan lengkap. Yaitu defisit 0,43 persen Rp104,2 triliun bukan hal yang menimbulkan kekhawatiran. Karena masih di dalam desain APBN,” tegasnya.
Gejolak ekonomi sangat tinggi pada kuartal I-2025 dipicu oleh kebijakan tarif respirokal Trump. Dengan demikian, Sri Mulyani menilai kebijakan front loading dalam pembiayaan APBN 2025 cukup tepat.
Sri Mulyani menambahkan bahwa hubungan antara Presiden Trump dan Ketua The Fed yang kurang harmonis turut menciptakan tambahan risiko di pasar global. Karena itu, front loading dinilai langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan.
Sri Mulyani juga menjelaskan posisi defisit anggaran per 31 Maret 2025 sebesar Rp104,2 triliun atau setara 16,9% dari total defisit yang ditargetkan tahun ini, yakni Rp616,2 triliun. Angka ini setara 0,43% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah batas aman APBN.
“Saya ulang sekali lagi, sebagai pembantuan media kalau bikin beritanya, saya berdoa dan saya berharap bukan-bukan lengkap. Yaitu defisit 0,43 persen Rp104,2 triliun bukan hal yang menimbulkan kekhawatiran. Karena masih di dalam desain APBN,” tegasnya.
Gejolak ekonomi sangat tinggi pada kuartal I-2025 dipicu oleh kebijakan tarif respirokal Trump. Dengan demikian, Sri Mulyani menilai kebijakan front loading dalam pembiayaan APBN 2025 cukup tepat.
Lihat Juga :