Bank Bisa Punah dalam 10 Tahun, Eric Trump: Rusak, Lambat, dan Mahal!

Kamis, 01 Mei 2025 - 06:56 WIB
loading...
Bank Bisa Punah dalam...
Putra kedua Presiden AS Donald Trump, Eric yang merupakan pengusaha kripto memperingatkan, bank terancam punah dalam satu dekade ke depan. Foto/Dok, Getty
A A A
JAKARTA - Perbankan terancam punah dalam satu dekade ke depan, jika mereka gagal merangkul teknologi blockchain . Hal ini diperingatkan oleh putra kedua Presiden AS Donald Trump , Eric yang merupakan pengusaha kripto.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Eric Trump mengecam apa yang dia gambarkan sebagai kelambatan dan inefisiensi sistem perbankan tradisional. "Sistem keuangan modern rusak, lambat, mahal," katanya.

Bagi putra presiden itu, teknologi blockchain dapat melakukan transaksi keuangan dengan lebih efisien. Baca Juga: Donald Trump Dukung Pertumbuhan Aset Kripto Jadi Sinyal Positif

Trump, yang meluncurkan perusahaan penambangan bitcoin bernama American Bitcoin pada bulan Maret, mengatakan dia beralih ke mata uang digital dan keuangan terdesentralisasi ketika dia menyadari bahwa "sistem perbankan kita mendukung orang yang sangat kaya" dan "dipakai sebagai senjata untuk melawan sebagian besar orang di negara kita."

Platform keuangan terdesentralisasi memungkinkan individu untuk melakukan transaksi langsung satu sama lain, seringkali dengan biaya rendah atau tanpa biaya, sesuatu yang diandalkan oleh bank tradisional untuk menghasilkan pendapatan.

Eric Trump berpendapat bahwa teknologi blockchain dapat melakukan semua fungsi sistem perbankan tradisional dengan lebih efisien.

"Saya katakan kepada Anda, jika bank-bank tidak memperhatikan apa yang akan datang, mereka akan punah dalam 10 tahun," katanya.

Dalam wawancara tersebut, Eric juga mengkritik jaringan transaksi keuangan antar bank SWIFT sebagai "bencana mutlak". Ia menyoroti penundaan dan inefisiensi dalam transaksi lintas batas.

Seperti diketahui keluarga Presiden AS Donald Trump sangat dekat dengan sektor cryptocurrency, dimana mereka meluncurkan proyek keuangan terdesentralisasi yang disebut World Liberty Financial. Mereka juga mengumumkan rencana meluncurkan stablecoin yang didukung dolar.

Pada tahun 2021, perusahaan jasa keuangan besar Amerika Capital One memutuskan hubungan dengan lebih dari 300 akun yang terkait dengan keluarga Trump dan bisnis mereka. Langkah itu dilakukan dua bulan setelah kerusuhan Capitol 6 Januari, di mana pendukung Trump berusaha membatalkan kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020.

Baca Juga: Hanya Dalam Semalam, Kapitalisasi Koin Meme Kripto Trump Tembus Rp583,6 Triliun

Bulan lalu, Eric dan saudaranya Donald Jr. mengajukan gugatan terhadap Capital One, mengklaim keputusannya untuk menutup rekening adalah serangan terhadap kebebasan berbicara dan kebebasan perusahaan, dan tanggapan terhadap pandangan politik ayah mereka.

Pernah menjadi kritikus kripto, Presiden Trump justru mengubah posisinya pada mata uang digital, hingga menarik dukungan industri yang signifikan. Sejak kembali ke Gedung Putih, ia telah berjanji untuk menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto dunia" dan melabeli dirinya sebagai "presiden kripto."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Rekomendasi
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved