3 Mata Uang Asia Ini Bisa Gulingkan Dominasi Dolar AS, Ada Tetangga Dekat Indonesia

Senin, 05 Mei 2025 - 08:22 WIB
loading...
3 Mata Uang Asia Ini...
Dedolarisasi semakin menguat sebagai tren global dalam beberapa tahun terakhir. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Dedolarisasi semakin menguat sebagai tren global dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara mulai mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS) didorong kebijakan tarif tinggi era Donald Trump dan ketidakstabilan geopolitik.

Analis Goldman Sachs memproyeksikan, yuan China, dolar Singapura, dan won Korea Selatan akan menjadi mata uang utama yang diuntungkan dari fenomena ini. Meskipun dolar AS dan euro masih mendominasi cadangan devisa global, laporan Goldman Sachs menyebutkan adanya pergeseran signifikan.

Banyak negara kini beralih ke aset non-tradisional sebagai alternatif, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

"Kami yakin diversifikasi dari dolar akan terus berlanjut karena tren ini sudah menguat dalam satu dekade terakhir," ujar Danny Suwanapruti dan Rina Jio, analis Goldman Sachs, dikutip dari Watcher Guru, Senin (5/5).

Baca Juga: Menlu BRICS Berkumpul di Brasil, Bahas Ancaman Tarif Trump

China gencar mempromosikan yuan sebagai mata uang global. Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) mengembangkan yuan digital berbasis blockchain, memperluas sistem pembayaran lintas batas (CIPS) dan meningkatkan layanan keuangan di Asia Tenggara. Pada Februari 2025, jalur swap yuan di luar negeri mencapai rekor 4,3 triliun yuan atau setara USD591,2 miliar.

Nilai dolar Singapura dan won Korea Selatan menguat signifikan terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir. Goldman Sachs memprediksi permintaan won akan meningkat jika Korea Selatan masuk dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia FTSE pada 2025, yang dapat menarik lebih banyak investasi asing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Siswi SMAK Penabur Sabet...
Siswi SMAK Penabur Sabet Medali Perunggu Olimpiade Matematika Internasional 2026
Gonjang-ganjing Timnas...
Gonjang-ganjing Timnas Italia: Andrea Pirlo Batal Jadi Pelatih Gli Azzurri
Berita Terkini
Pengunduran Diri Gubernur...
Pengunduran Diri Gubernur BI Bikin Rupiah Makin Loyo, Hari Ini Tembus Rp18.083/USD
Catat Kinerja Positif...
Catat Kinerja Positif di 2025, PIS Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Kopdes Merah Putih Bukan...
Kopdes Merah Putih Bukan Minimarket, Zulhas: Fungsi Utama Salurkan Subsidi dan Serap Hasil Tani
Indonesia Didorong Kuasai...
Indonesia Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Perkuat Industrialisasi Hijau
Unilever Indonesia Bukukan...
Unilever Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,1 Triliun di Semester I 2026
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Infografis
3 Alasan AS Beri Donasi...
3 Alasan AS Beri Donasi Senjata Miliaran Dolar ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved