Menlu BRICS Berkumpul di Brasil, Bahas Ancaman Tarif Trump
Selasa, 29 April 2025 - 17:18 WIB
loading...
Para menteri luar negeri dari negara-negara BRICS dan mitra barunya berkumpul di Rio de Janeiro, Brasil termasuk dari Indonesia Menteri Luar Negeri Sugiono. FOTO/Heritage Times
A
A
A
JAKARTA - Para menteri luar negeri dari negara-negara BRICS dan mitra barunya berkumpul di Rio de Janeiro, Brasil mulai Senin (28/4), dalam pertemuan dua hari membahas sejumlah isu strategis global. Salah satu isu utama adalah respons terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.
Pertemuan tingkat menteri ini digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang. Selain lima anggota inti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan forum ini juga dihadiri delapan negara mitra baru, termasuk Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Sanksi AS Gagal Runtuhkan Moskow, Rusia Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,1%
Dalam pidato pembukaan, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira menegaskan pentingnya dialog multilateral di tengah krisis global, termasuk konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, serta melemahnya kerja sama internasional. "Peran BRICS sebagai kelompok kini lebih penting dari sebelumnya," ujar Vieira, seperti dikutip AFP, Selasa (29/4).
Isu perdagangan mendominasi diskusi hari pertama. Trump, yang kembali menjabat Presiden AS sejak Januari lalu memberlakukan tarif sebesar 10% terhadap puluhan negara. China menjadi sasaran utama, dengan tarif tambahan hingga 145% pada sejumlah produk ekspor. Beijing membalas dengan mengenakan tarif hingga 125% atas berbagai barang dari AS.
Pertemuan tingkat menteri ini digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang. Selain lima anggota inti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan forum ini juga dihadiri delapan negara mitra baru, termasuk Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Sanksi AS Gagal Runtuhkan Moskow, Rusia Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,1%
Dalam pidato pembukaan, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira menegaskan pentingnya dialog multilateral di tengah krisis global, termasuk konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, serta melemahnya kerja sama internasional. "Peran BRICS sebagai kelompok kini lebih penting dari sebelumnya," ujar Vieira, seperti dikutip AFP, Selasa (29/4).
Isu perdagangan mendominasi diskusi hari pertama. Trump, yang kembali menjabat Presiden AS sejak Januari lalu memberlakukan tarif sebesar 10% terhadap puluhan negara. China menjadi sasaran utama, dengan tarif tambahan hingga 145% pada sejumlah produk ekspor. Beijing membalas dengan mengenakan tarif hingga 125% atas berbagai barang dari AS.
Lihat Juga :