BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Indonesia Jeblok Tak Sampai 5% di Awal 2025
Senin, 05 Mei 2025 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
China menunjukkan pertumbuhan stabil dibandingkan kuartal IV-2024, meskipun sedikit menguat dibandingkan kuartal I-2024. Sementara itu, Amerika Serikat mengalami perlambatan pertumbuhan baik dibandingkan kuartal IV-2024 maupun kuartal I-2024.
Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam juga mengalami perlambatan dibandingkan kuartal IV-2024, tetapi tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal I-2024. Di sisi lain, Korea Selatan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,1 persen.
Dalam kinerja perdagangan global, BPS mencatat variasi harga komoditas utama perdagangan Indonesia pada kuartal I-2025. Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 6,67 persen secara kuartal, namun meningkat 21,24 persen secara tahunan.
Sementara itu, harga komoditas non-migas seperti batu bara dan nikel mengalami penurunan baik secara kuartal maupun tahunan. Di sisi lain, harga komoditas migas, termasuk gas alam dan minyak mentah, mengalami peningkatan dibandingkan kuartal IV-2024. Secara keseluruhan, perdagangan global pada kuartal I-2025 tetap tumbuh, didorong oleh sektor jasa dan barang.
Dari sisi domestik, kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I-2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor. Aktivitas produksi domestik tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang berada di zona ekspansi sebesar 51,67, dengan kapasitas produksi terpakai mencapai 73,25 persen. Penjualan listrik tumbuh 9,35 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 17,66 persen berkat diskon tarif listrik.
Baca Juga: Bank Dunia: 172 Juta Rakyat Indonesia Hidup Susah, Kemiskinan Tertinggi Kedua di ASEAN
Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam juga mengalami perlambatan dibandingkan kuartal IV-2024, tetapi tumbuh lebih baik dibandingkan kuartal I-2024. Di sisi lain, Korea Selatan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,1 persen.
Dalam kinerja perdagangan global, BPS mencatat variasi harga komoditas utama perdagangan Indonesia pada kuartal I-2025. Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan sebesar 6,67 persen secara kuartal, namun meningkat 21,24 persen secara tahunan.
Sementara itu, harga komoditas non-migas seperti batu bara dan nikel mengalami penurunan baik secara kuartal maupun tahunan. Di sisi lain, harga komoditas migas, termasuk gas alam dan minyak mentah, mengalami peningkatan dibandingkan kuartal IV-2024. Secara keseluruhan, perdagangan global pada kuartal I-2025 tetap tumbuh, didorong oleh sektor jasa dan barang.
Dari sisi domestik, kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I-2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor. Aktivitas produksi domestik tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia yang berada di zona ekspansi sebesar 51,67, dengan kapasitas produksi terpakai mencapai 73,25 persen. Penjualan listrik tumbuh 9,35 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 17,66 persen berkat diskon tarif listrik.
Baca Juga: Bank Dunia: 172 Juta Rakyat Indonesia Hidup Susah, Kemiskinan Tertinggi Kedua di ASEAN
Lihat Juga :