Wanita Terkaya di Australia Menguasai Harta Karun Tanah Jarang Rp13,1 Triliun
Senin, 05 Mei 2025 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
MP Materials juga hampir selesai membangun sebuah pabrik di Fort Worth yang akan membuat magnet tanah jarang bertenaga tinggi untuk General Motors. Rinehart juga memiliki 8,2% atau USD430 juta dari Lynas Rare Earths (ASX:LYC), yang menambang deposit Mount Weld di Australia.
Lynas baru-baru ini ikut membuka pabrik pengolahan di Malaysia dan, ditambah dengan dukungan Departemen Pertahanan AS, perusahaan jug membangun pabrik di dekat Corpus Christi, Texas.
Selanjutnya Rinehart juga mengantongi kepemilikan yang lebih kecil termasuk 10% dari Arafura (ASX:ARU), yang mendapat dukungan dari pemerintah untuk proyek penambangan Nolans di dekat Alice Springs, Australia. Ditambah 6% dari Brazilian Rare Earths (ASX:BRE), perusahaan Australia lainnya dengan penemuan mengesankan di timur laut Brasil.
Rinehart, (71 tahun) telah mendorong rasionalisasi industri, untuk bersaing lebih baik dengan China. Tahun lalu dia mendukung pembicaraan merger yang gagal antara Lynas dan MP.
Kedua perusahaan dalam beberapa pekan terakhir telah mengumumkan bahwa dalam menghadapi tarif Trump yang tidak pasti, mereka akan menghentikan pengiriman konsentrat tanah jarang untuk diproses di China dan sebagai gantinya akan menimbunnya.
Lynas baru-baru ini ikut membuka pabrik pengolahan di Malaysia dan, ditambah dengan dukungan Departemen Pertahanan AS, perusahaan jug membangun pabrik di dekat Corpus Christi, Texas.
Selanjutnya Rinehart juga mengantongi kepemilikan yang lebih kecil termasuk 10% dari Arafura (ASX:ARU), yang mendapat dukungan dari pemerintah untuk proyek penambangan Nolans di dekat Alice Springs, Australia. Ditambah 6% dari Brazilian Rare Earths (ASX:BRE), perusahaan Australia lainnya dengan penemuan mengesankan di timur laut Brasil.
Rinehart, (71 tahun) telah mendorong rasionalisasi industri, untuk bersaing lebih baik dengan China. Tahun lalu dia mendukung pembicaraan merger yang gagal antara Lynas dan MP.
Kedua perusahaan dalam beberapa pekan terakhir telah mengumumkan bahwa dalam menghadapi tarif Trump yang tidak pasti, mereka akan menghentikan pengiriman konsentrat tanah jarang untuk diproses di China dan sebagai gantinya akan menimbunnya.
Lihat Juga :