Komparasi dengan Banyak Negara, Ekonomi RI Kuartal I/2025 Diklaim Lebih Baik
Senin, 05 Mei 2025 - 21:32 WIB
loading...
Dikomparasi dengan beberapa negara, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1/2025 diklaim lebih baik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memandang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 1/2025 lebih baik dari negara lain, sekalipun pertumbuhan di periode tersebut stagnan atau 4,87% secara tahunan.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya di tengah ekonomi global yang bergejolak. Sebagai gambaran, negara tetangga seperti Malaysia pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2025 sebesar 4,4% dan Singapura 3,8%.
"Pertumbuhan 4,87 persen, saya rasa banyak yang pernah memprediksi jauh di bawah. Artinya hasil 4,87 persen ini baik,” ujar Erick saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Indonesia Jeblok Tak Sampai 5% di Awal 2025
“Dan kalau kita komparasi juga dengan angka-angka di banyak negara, kita dalam kondisi yang baik dengan situasi yang seperti ini," paparnya.
Kondisi global saat ini bergejolak di tengah isu perang dagang, serta memanasnya konflik antara Pakistan dan India, yang merupakan salah satu pasar utama Indonesia untuk komoditas kelapa sawit dan batu bara.
Meski di tengah gejolak, lanjut dia, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap USD juga mulai mengalami pemulihan, demikian juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya di tengah ekonomi global yang bergejolak. Sebagai gambaran, negara tetangga seperti Malaysia pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2025 sebesar 4,4% dan Singapura 3,8%.
"Pertumbuhan 4,87 persen, saya rasa banyak yang pernah memprediksi jauh di bawah. Artinya hasil 4,87 persen ini baik,” ujar Erick saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Indonesia Jeblok Tak Sampai 5% di Awal 2025
“Dan kalau kita komparasi juga dengan angka-angka di banyak negara, kita dalam kondisi yang baik dengan situasi yang seperti ini," paparnya.
Kondisi global saat ini bergejolak di tengah isu perang dagang, serta memanasnya konflik antara Pakistan dan India, yang merupakan salah satu pasar utama Indonesia untuk komoditas kelapa sawit dan batu bara.
Meski di tengah gejolak, lanjut dia, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap USD juga mulai mengalami pemulihan, demikian juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Lihat Juga :