Daya Beli Rakyat Makin Tergerus, Ekonomi RI Diprediksi Cuma 4,7% di 2025
Selasa, 06 Mei 2025 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Brian, ini berlangsung bahkan sebelum pengumuman tarif resiprokal AS sebesar 32%. Di sisi eksternal, Indonesia dinilai masih menghadapi risiko kenaikan tarif AS. Apabila kesepakatan dagang gagal dicapai, maka diperkirakan membuat tarif efektif menjadi 31,7% pada Juli mendatang, yang berpotensi menekan kinerja ekspor dan neraca perdagangan. "Jika tarif AS kembali naik menjadi 32%, maka tarif efektif atas produk Indonesia bisa melonjak lebih dari dua kali lipat dari baseline," jelasnya.
Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025
Sementara itu, kinerja APBN pemerintah juga tidak menjanjikan sebagai pendorong pertumbuhan. Pemerintah membukukan defisit anggaran sebesar 0,4% dari PDB pada kuartal I, dengan kontraksi penerimaan negara hingga 17% secara tahunan. Maybank memperkirakan defisit akan melebar hingga 2,9% pada akhir tahun ini. "Penurunan pendapatan APBN di tengah perlambatan ekonomi kemungkinan akan membatasi pengeluaran," kata Brian.
Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025
Sementara itu, kinerja APBN pemerintah juga tidak menjanjikan sebagai pendorong pertumbuhan. Pemerintah membukukan defisit anggaran sebesar 0,4% dari PDB pada kuartal I, dengan kontraksi penerimaan negara hingga 17% secara tahunan. Maybank memperkirakan defisit akan melebar hingga 2,9% pada akhir tahun ini. "Penurunan pendapatan APBN di tengah perlambatan ekonomi kemungkinan akan membatasi pengeluaran," kata Brian.
(nng)
Lihat Juga :