Akal-akalan Eksportir China Mengelabui Tarif Impor AS

Selasa, 06 Mei 2025 - 16:36 WIB
loading...
Akal-akalan Eksportir...
Eksportir China menggunakan beragam metode untuk menghindari tingginya tarif impor Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Eksportir China menggunakan beragam metode untuk menghindari tingginya tarif impor Amerika Serikat (AS) , termasuk mengirimkan barang melalui negara ketiga untuk mengaburkan darimana produk itu berasal. Hal ini mengutip konsultan perdagangan, pejabat bea cukai, dan postingan media sosial seperti dilansir Financial Times.

Praktik yang dikenal sebagai “place-of-origin washing", melibatkan pengalihan rute barang melalui negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan. Lalu mengekspor kembali barang tersebut ke Amerika Serikat dengan sertifikat asal baru.

Baca Juga: Menkeu AS: China Bisa Kehilangan 10 Juta Pekerjaan dengan Sangat Cepat

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump baru-baru ini memberlakukan tarif tinggi hingga 145% pada barang-barang China, dengan alasan keamanan nasional dan ketidakseimbangan perdagangan. Eksportir China khawatir bahwa kebijakan tarif akan merampas akses mereka ke salah satu pasar terpenting.

Dilansir FT, platform media sosial China dibanjiri dengan iklan yang menawarkan "pencucian tempat asal" atau mengelabui asal barang impor. "AS harus mengetahuinya," kata seorang penjual Malaysia kepada FT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Rekomendasi
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved