Menkeu AS: China Bisa Kehilangan 10 Juta Pekerjaan dengan Sangat Cepat

Kamis, 01 Mei 2025 - 19:45 WIB
loading...
Menkeu AS: China Bisa...
Menkeu Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan, China memiliki tanggung jawab menurunkan tarif, jika tidak ingin kehilangan puluhan juta pekerjaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan, China memiliki tanggung jawab menurunkan tarif, jika tidak ingin kehilangan puluhan juta pekerjaan. Menurutnya perang dagang dua raksasa ekonomi di dunia harus dibayar mahal sektor ketenagakerjaan.

"Jika AS mempertahankan tarif pada level saat ini 145%, China bisa kehilangan 10 juta pekerjaan dengan sangat cepat," kata Bessent saat konferensi pers di Gedung Putih.

Ia menambahkan, bahkan jika tarif AS turun sedikit, China masih akan kehilangan 5 juta pekerjaan. "Jadi ingatlah bahwa kita adalah negara defisit," kata Menkeu AS , Bessent.

Baca Juga: China Bikin Daftar Produk AS yang Dibebaskan dari Tarif 125%

"Mereka menjual barang hampir lima kali lebih banyak kepada kami daripada yang kami jual kepada mereka. Jadi tanggung jawab ada pada mereka untuk menghapus tarif ini. Ini tidak berkelanjutan bagi mereka," paparnya.

Sementara itu Bessent belum mengklarifikasi apakah AS sedang berbicara dengan China mengenai perdagangan. Poin itu menjadi sorotan, ketika China terus menyangkal sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perang dagang meskipun Presiden AS Donald Trump menekankan, negosiasi sedang berlangsung.

"Saya tidak akan masuk ke seluk-beluk tentang siapa yang berbicara dengan siapa, tetapi seperti yang saya katakan, saya percaya bagi China, tarif ini tidak berkelanjutan," kata Bessent kepada wartawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved