Menhub Wanti-wanti Konflik India-Pakistan Bikin Ongkos Penerbangan Mahal
Kamis, 08 Mei 2025 - 22:12 WIB
loading...
Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan, konflik yang tengah terjadi antara India dan Pakistan berdampak pada biaya penerbangan yang menjadi lebih mahal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan ( Menhub ) Dudy Purwagandhi mengatakan, konflik India dan Pakistan bakal berdampak pada biaya penerbangan yang menjadi lebih mahal.Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh perubahan rute yang dilakukan beberapa maskapai untuk menghindari wilayah udara kedua negara yang tengah berkonflik.
Perubahan rute inilah yang membuat konsumsi bahan bakar maskapai meningkat, dan akhirnya ongkos penerbangan pun naik."Kalau jalur penerbangan umum memang lewat udara India-Pakistan. Karena konflik, akhirnya mereka lewat selatan. Konsekuensinya ada di avtur karena mereka memutar," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Baca Juga: India-Pakistan Saling Serang, Bahlil Cemas Ekspor Indonesia Bakal Terdampak
Pada kesempatan itu, Menhub menerangkan, bahwa penerbangan dari wilayah Timur ke Barat memang lebih cepat jika melewati wilayah udara India dan Pakistan. Namun dikarenakan konflik, banyak maskapai memilih rute selatan, melewati wilayah udara Maladewa.
Konsekuensi dari perubahan rute perjalanan ini adalah waktu tempuh yang lebih lama sekitar 1 jam. Sehingga, konsumsi avtur menjadi lebih banyak karena harus memutar rute perjalanan melewati Samudera Hindia, Laut Arab, baru sampai ke negara-negara di Timur Tengah hingga Barat.
Perubahan rute inilah yang membuat konsumsi bahan bakar maskapai meningkat, dan akhirnya ongkos penerbangan pun naik."Kalau jalur penerbangan umum memang lewat udara India-Pakistan. Karena konflik, akhirnya mereka lewat selatan. Konsekuensinya ada di avtur karena mereka memutar," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Baca Juga: India-Pakistan Saling Serang, Bahlil Cemas Ekspor Indonesia Bakal Terdampak
Pada kesempatan itu, Menhub menerangkan, bahwa penerbangan dari wilayah Timur ke Barat memang lebih cepat jika melewati wilayah udara India dan Pakistan. Namun dikarenakan konflik, banyak maskapai memilih rute selatan, melewati wilayah udara Maladewa.
Konsekuensi dari perubahan rute perjalanan ini adalah waktu tempuh yang lebih lama sekitar 1 jam. Sehingga, konsumsi avtur menjadi lebih banyak karena harus memutar rute perjalanan melewati Samudera Hindia, Laut Arab, baru sampai ke negara-negara di Timur Tengah hingga Barat.
Lihat Juga :