Bisnis PGE Tetap Solid, Bukti Panas Bumi Punya Prospek Menjanjikan di Indonesia
Jum'at, 09 Mei 2025 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Investasi EBT, salah satunya pada panas bumi, menurut Feiral, masih menunjukkan prospek positif karena investor menilai komitmen pemerintah cukup kuat. Komitmen tersebut memberikan kepastian yang dibutuhkan oleh para investor.
“Pemerintah sudah berkomitmen bahwa EBT itu tidak bisa mundur lagi, dan komitmen untuk keberlanjutan negara kita bukan paksaan dari asing. Sekarang, PLN dan ESDM sedang merancang kesiapan jaringan untuk menerima dan menyalurkan EBT, salah satunya panas bumi. Hal itu disambut baik oleh investor, baik dalam maupun luar negeri,” katanya.
Menurutnya, transisi energi yang aman mensyaratkan kehadiran baseload yang andal, salah satunya panas bumi. Akan tetapi, energi panas bumi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena potensi sumber dayanya banyak berada di wilayah pegunungan.
Ditekankan oleh Feiral bahwa optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi memerlukan dukungan nyata dari pemerintah, mulai dari perizinan hingga aspek komersial.
Ia juga menyoroti berbagai keunggulan panas bumi, antara lain sifat energinya yang stabil, kapasitas faktor yang mencapai 90% sehingga efisien, serta ketersediaannya yang melimpah dan ramah lingkungan.
Pendiri Indonesia Center of Energy Resilience Studies itu menyebut pengembangan potensi panas bumi membutuhkan dukungan di tengah gejolak dunia dan volatilitas perekonomian. Sejauh ini pemerintah sudah berusaha mendorong peran strategis energi panas bumi dalam transisi energi Indonesia.
“Pemerintah sudah berkomitmen bahwa EBT itu tidak bisa mundur lagi, dan komitmen untuk keberlanjutan negara kita bukan paksaan dari asing. Sekarang, PLN dan ESDM sedang merancang kesiapan jaringan untuk menerima dan menyalurkan EBT, salah satunya panas bumi. Hal itu disambut baik oleh investor, baik dalam maupun luar negeri,” katanya.
Perlunya Dukungan Panas Bumi
Feiral menyatakan, bahwa sistem energi masih rentan di tengah percepatan transisi global menuju energi bersih. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan sistem kelistrikan pada sumber energi intermiten, seperti tenaga angin dan matahari.Menurutnya, transisi energi yang aman mensyaratkan kehadiran baseload yang andal, salah satunya panas bumi. Akan tetapi, energi panas bumi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena potensi sumber dayanya banyak berada di wilayah pegunungan.
Ditekankan oleh Feiral bahwa optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi memerlukan dukungan nyata dari pemerintah, mulai dari perizinan hingga aspek komersial.
Ia juga menyoroti berbagai keunggulan panas bumi, antara lain sifat energinya yang stabil, kapasitas faktor yang mencapai 90% sehingga efisien, serta ketersediaannya yang melimpah dan ramah lingkungan.
Pendiri Indonesia Center of Energy Resilience Studies itu menyebut pengembangan potensi panas bumi membutuhkan dukungan di tengah gejolak dunia dan volatilitas perekonomian. Sejauh ini pemerintah sudah berusaha mendorong peran strategis energi panas bumi dalam transisi energi Indonesia.
Lihat Juga :