Lagi Perang, Pakistan Mengamankan Pinjaman IMF Rp16,3 Triliun
Minggu, 11 Mei 2025 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Aturan EFF, yang disetujui pada September 2024 memiliki fokus pada pemulihan stabilitas makroekonomi Pakistan, memperluas basis pajak, membangun kembali cadangan asing, mereformasi perusahaan milik negara (SOEs), dan memperkuat sektor energi.
Sementara itu inflasi turun tajam menjadi hanya 0,3% pada bulan April, yang merupakan angka terendah dalam sejarah, memungkinkan Bank Negara Pakistan (SBP) untuk memangkas suku bunga.
"Kebijakan moneter harus tetap ketat dan bergantung pada data untuk memastikan inflasi terjaga dalam kisaran target SBP," kata Wakil Direktur Pelaksana IMF, Nigel Clarke.
Selain itu Ia juga menambahkan bahwa nilai tukar yang lebih fleksibel akan membantu menyerap guncangan eksternal dan domestik serta mendukung pemulihan cadangan. Ia juga menyerukan tindakan cepat untuk menangani lembaga keuangan yang kekurangan modal.
Cadangan devisa Pakistan tercatat mencapai USD10,3 miliar pada akhir April 2025, atau meningkat dari USD9,4 miliar pada Agustus 2024, dan diharapkan naik menjadi USD13,9 miliar pada akhir Juni. Namun, risiko terhadap prospek negara tetap tinggi akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi global, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan kerentanan domestik yang terus-menerus mengancam.
Ekonomi Pakistan
IMF mencatat ada kemajuan dalam kinerja Pakistan di bawah EFF di tengah lingkungan global yang menantang, karena negara tersebut mencatat surplus fiskal primer sebesar 2% dari PDB pada paruh pertama tahun 2025, menjaga agar tetap pada jalur untuk memenuhi target akhir tahun sebesar 2,1%.Sementara itu inflasi turun tajam menjadi hanya 0,3% pada bulan April, yang merupakan angka terendah dalam sejarah, memungkinkan Bank Negara Pakistan (SBP) untuk memangkas suku bunga.
"Kebijakan moneter harus tetap ketat dan bergantung pada data untuk memastikan inflasi terjaga dalam kisaran target SBP," kata Wakil Direktur Pelaksana IMF, Nigel Clarke.
Selain itu Ia juga menambahkan bahwa nilai tukar yang lebih fleksibel akan membantu menyerap guncangan eksternal dan domestik serta mendukung pemulihan cadangan. Ia juga menyerukan tindakan cepat untuk menangani lembaga keuangan yang kekurangan modal.
Cadangan devisa Pakistan tercatat mencapai USD10,3 miliar pada akhir April 2025, atau meningkat dari USD9,4 miliar pada Agustus 2024, dan diharapkan naik menjadi USD13,9 miliar pada akhir Juni. Namun, risiko terhadap prospek negara tetap tinggi akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi global, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan kerentanan domestik yang terus-menerus mengancam.
Lihat Juga :