Pelemahan Dolar AS Bisa Jadi Malapetaka Buat Bank Sentral Asia, Kok Bisa?

Minggu, 11 Mei 2025 - 09:39 WIB
loading...
A A A
"Volatilitas nilai tukar asing adalah momok bagi para pembuat kebijakan moneter," kata Direktur dan ekonom utama di konsultan Asia Decoded, Priyanka Kishore seperti dilansir Fortune.

Para pembuat kebijakan moneter mungkin tidak peduli tentang arah pergerakan mata uang, tetapi mereka tetap ingin pergeseran berlangsung stabil.

"Volatilitas yang meningkat, jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama, memicu ketidakpastian dan memiliki konsekuensi finansial serta dampak ekonomi yang nyata," kata Kishore.

Ia memberikan contoh misalnya, mata uang yang menguat dengan cepat akan merugikan para eksportir, yang sudah tertekan oleh tarif AS. "Apresiasi yang tajam berdampak pada prospek dan perencanaan mereka, serta juga mengikis daya saing," tambah Kishore.

Perusahaan asuransi Taiwan juga sudah berinvestasi besar-besaran di AS, terutama dalam obligasi.

"Ketika mereka semua mencoba melakukannya pada saat yang sama, itu bisa jadi mengapa dolar baru Taiwan terkena dampak sedikit lebih keras dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya," tambah Danny Khoo, kepala penjualan perdagangan untuk Saxo Bank di Singapura.

Efek Positif Pelemahan Dolar AS

Namun melemahnya dolar AS masih menjadi kabar baik bagi beberapa ekonomi Asia, terutama bagi mereka yang memiliki utang dalam dolar AS. Maka dengan Dolar AS yang lebih lemah, mengurangi beban utang bagi negara-negara ini.

Beberapa ekonomi Asia yang sedang berkembang lebih memilih untuk memanfaatkan suku bunga yang relatif lebih rendah dengan meminjam dalam dolar AS daripada mata uang lokal mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved