Penurunan Produksi Minyak Pakistan Terus Berlanjut di Tengah Perang

Rabu, 14 Mei 2025 - 21:26 WIB
loading...
Penurunan Produksi Minyak...
Produksi minyak dan gas Pakistan mengalami penurunan signifikan di tengah konflik yang berkepanjangan. FOTO/
A A A
JAKARTA - Produksi minyak dan gas Pakistan mengalami penurunan signifikan di tengah konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut. Data terbaru pemerintah Pakistan menunjukkan produksi minyak turun 14% secara tahunan menjadi 58.890 barel per hari pada April 2025. Sementara itu, produksi gas juga menurun 8% dengan rata-rata 2.717 juta kaki kubik per hari.

Baca Juga: Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan Mencapai Rp8.260 Triliun, Siapa Paling Boncos?

Penurunan ini merupakan kelanjutan tren yang telah terjadi sejak awal tahun fiskal, di mana selama 10 bulan pertama produksi minyak turun 11% dan gas turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu penyebab utama penurunan produksi adalah pemangkasan output di ladang-ladang minyak dan gas utama akibat rendahnya permintaan gas domestik.

Dilansir dari Daily Times, para pakar energi menjelaskan, permintaan gas lokal menurun karena pasokan gas alam cair (LNG) yang diimpor dari Qatar dilakukan melalui kesepakatan jangka panjang. Pasokan LNG ini mengurangi kebutuhan gas yang diproduksi secara lokal.

Namun, kondisi ini diperkirakan dapat berubah saat memasuki musim panas, ketika penggunaan listrik meningkat dan permintaan gas domestik berpotensi naik. Sejak puncak produksi minyak pada 2014 dan gas pada 2008, ladang-ladang utama Pakistan seperti Nashpa, TAL, Adhi, dan Chanda terus mengalami penurunan produksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Rekomendasi
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved