Produksi Kopi Gayo Ditarget Naik 160 Persen di 2027 Jadi 2 Ton per Hektare

Kamis, 15 Mei 2025 - 12:10 WIB
loading...
Produksi Kopi Gayo Ditarget...
Target ambisius ini menjadi bagian dari proyek Kopi Gayo Berkelanjutan yang diluncurkan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama HSBC Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Produksi kopi Gayo , salah satu kopi spesialti paling populer di dunia, ditargetkan meningkat hingga 160% menjadi 2 ton per hektare pada 2027. Saat ini, produktivitas kebun kopi di kawasan tersebut rata-rata hanya 750 kg per hektare. Target 2 ton per hektare sesuai dengan potensi agro-ekologis salah satu kopi terbaik dunia tersebut.

Target ambisius ini menjadi bagian dari proyek “Kopi Gayo Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama HSBC Indonesia. Proyek ini bertujuan memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani kopi di Kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan hilangnya 50% area produksi kopi pada 2050. Hal ini tentu mengkhawatirkan, mengingat kopi merupakan komoditas penting yang melibatkan banyak pihak-mulai dari petani, koperasi, pelaku usaha, hingga konsumen lokal dan mancanegara,” ujar Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi.

Baca Juga: Berdayakan Pelaku UMKM, BRI Antarkan Pengusaha Kopi Gayo Tembus Pasar Internasional

Proyek ini mencakup tiga intervensi utama yakni konservasi hutan melalui perhutanan sosial, peningkatan pengolahan pasca-panen dengan energi terbarukan, serta penguatan nilai tambah dan akses pasar. Sebanyak 2.100 petani di Bale Redelong akan didampingi hingga 2027, dengan harapan mereka dapat mandiri secara berkelanjutan setelahnya. Para petani tersebut total menggarap 1.200 hektare perkebunan kopi di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), wilayah konservasi paling penting di bumi.

Menurut President Director HSBC Indonesia, Francois de Maricourt, sektor keuangan memiliki peran signifikan dalam mendukung proyek mitigasi perubahan iklim berbasis alam. ”Salah satunya dengan mengarahkan inisiatif filantropi kami pada sistem pangan dan pertanian berkelanjutan yang esensial seperti proyek Kopi Gayo ini,” katanya.

Direktur Program Pangan, Lahan, dan Air WRI Indonesia, Tomi Haryadi mengungkapkan, proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dengan mengubah limbah kulit kopi menjadi biochar dan bioenergi, serta mendorong penggunaan pengering bertenaga surya atau biomassa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
WORCAS Gala Dinner 2026...
WORCAS Gala Dinner 2026 Tandai 91 Tahun Perjalanan Menjaga Keaslian Kopi Luwak
Perluas Jangkauan Kopi...
Perluas Jangkauan Kopi Berkualitas, Ja~di Hadir lewat Ratusan Gerai Alfamidi
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Program Desa Sejahtera...
Program Desa Sejahtera Astra Cikajang Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Garut
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
RTD Coffee on the Rise:...
RTD Coffee on the Rise: Tetra Pak Ungkap Tren Konsumen dan Peluang Inovasi di Indonesia
Rekomendasi
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
Narantraya Jeihan Borong...
Narantraya Jeihan Borong 3 Podium di JJ All Star 2026, Bidik Prestasi Bersama Ideale di PORPROV Jabar
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved