Tolak Buang Dolar AS, Apakah India Bakal Meninggalkan BRICS?
Jum'at, 16 Mei 2025 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
China telah mendorong yuan sebagai alternatif untuk dolar sejak krisis keuangan global pada tahun 2008, lewat penandatangan puluhan perjanjian swap mata uang dengan mitra dagangnya berdasarkan mata uang masing-masing.
Selain itu penggunaan yuan dalam penyelesaian perdagangan global juga meningkat perlahan, keberadaannya masih terfragmentasi dibandingkan dengan dominasi dolar. Ada urgensi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di antara beberapa negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Dorongan datang dari Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva yang telah lama menyerukan negara-negara BRICS untuk mengeksplorasi alternatif untuk dolar AS. Sedangkan Rusia – yang dihantam sanksi sejak invasi ke Ukraina – telah mendesak dibuatnya sebuah platform pembayaran berbasis mata uang anggota BRICS.
Pada pertemuan tahunan blok tersebut pada bulan Oktober, Presiden Xi Jinping menyerukan agar negara-negara BRICS memimpin reformasi “mendesak” terhadap arsitektur keuangan internasional.
Para analis mengatakan, saling tidak percaya dan perbedaan pendapat antara anggota utama BRICS seperti India dan China merupakan batu sandungan besar dalam memajukan mata uang bersama.
Selain itu penggunaan yuan dalam penyelesaian perdagangan global juga meningkat perlahan, keberadaannya masih terfragmentasi dibandingkan dengan dominasi dolar. Ada urgensi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di antara beberapa negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Dorongan datang dari Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva yang telah lama menyerukan negara-negara BRICS untuk mengeksplorasi alternatif untuk dolar AS. Sedangkan Rusia – yang dihantam sanksi sejak invasi ke Ukraina – telah mendesak dibuatnya sebuah platform pembayaran berbasis mata uang anggota BRICS.
Pada pertemuan tahunan blok tersebut pada bulan Oktober, Presiden Xi Jinping menyerukan agar negara-negara BRICS memimpin reformasi “mendesak” terhadap arsitektur keuangan internasional.
Para analis mengatakan, saling tidak percaya dan perbedaan pendapat antara anggota utama BRICS seperti India dan China merupakan batu sandungan besar dalam memajukan mata uang bersama.
Lihat Juga :