Pertamina EP Revitalisasi Lapangan Tua, Kejar Target Produksi 213 MBOEPD di 2025

Jum'at, 16 Mei 2025 - 19:44 WIB
loading...
Pertamina EP Revitalisasi...
Pertamina EP berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan industri hulu migas nasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP) berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan industri hulu minyak dan gas (migas) nasional. Sepanjang tahun 2024, anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini membukukan produksi minyak sebesar 65.482 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 809,40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Jika dikonversi, total produksi mencapai 205,18 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Capaian tersebut menjadi penanda bangkitnya lapangan tua yang selama ini mengalami penurunan produksi alami. Sekaligus, hasil ini mengukuhkan posisi PEP sebagai salah satu pilar utama penyedia energi nasional.

Keberhasilan ini tak lepas dari penerapan prinsip operasional OTOBOSOR (On Time, On Budget, On Scope, On Result), serta komitmen tinggi terhadap keselamatan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (HSSE).

Plt Direktur Utama Pertamina EP, Muhamad Arifin, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan produksi menjadi 213 MBOEPD pada 2025. Target tersebut terdiri atas lifting minyak sebesar 72.500 BOPD dan produksi gas sebesar 625 MMSCFD, atau setara 180 MBOEPD.

"Kami fokus pada keberlanjutan jangka panjang melalui pengelolaan rasio cadangan terhadap produksi (RTP) dan rasio penggantian cadangan (RRR), serta memperkuat kinerja keuangan melalui manajemen biaya," kata Arifin dalam pernyataannya, Jumat (16/5).

Baca Juga: Pertamina EP Serahkan Pengelolaan Wilayah Migas ke Mitra KSO

Namun, menurut Arifin, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Mayoritas aset PEP berupa lapangan migas yang sudah matang (mature fields) dengan penurunan produksi alamiah lebih dari 10 persen per tahun. Kondisi ini memerlukan pemeliharaan intensif dan biaya besar untuk menjaga integritas fasilitas produksi.

Selain tantangan teknis, hambatan administratif juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah proses perizinan lahan, khususnya di kawasan hutan dan pertanian, yang kerap memperlambat kegiatan eksplorasi maupun pengembangan lapangan.

"Tanpa dukungan pemerintah dalam percepatan proses perizinan, target produksi 2025 berisiko mengalami keterlambatan," ujar Arifin.

Lebih jauh, Arifin menekankan pentingnya regulasi yang mendukung untuk mempercepat ekspansi eksplorasi lepas pantai serta implementasi teknik pengeboran yang lebih efisien. PEP mengedepankan transformasi teknologi dan digitalisasi sebagai pilar utama peningkatan produksi.

Penerapan teknologi pengeboran modern, sistem digital terintegrasi, serta pengelolaan berbasis data menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi. Komitmen terhadap keberlanjutan juga terus diperkuat melalui penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk program penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta pemanfaatannya (CCUS).

Baca Juga: Cara Cek SPBU Pertamina Kode 31 Berdasarkan Wilayah

Salah satu inovasi penting di 2024 adalah keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi West Beluga di wilayah kerja Donggi Matindok, Sulawesi. Kegiatan ini menjadi tonggak awal pengembangan eksplorasi lepas pantai di kawasan tersebut. Selain itu, penggunaan metode piling dalam pemasangan pipa konduktor turut memangkas waktu dan biaya operasi secara signifikan. "Kami terus mendorong efisiensi dan inovasi agar proyek tetap kompetitif di tengah persaingan global," ujar Arifin.

PEP ke depan mengandalkan sinergi antar anak usaha dalam Grup Pertamina untuk memperkuat efisiensi sumber daya dan pemanfaatan teknologi. "Kolaborasi dalam grup serta dukungan penuh dari pemerintah adalah kunci utama untuk mewujudkan target produksi 2025," pungkas Arifin.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan SKK Migas Taken MoU Optimalkan Produk Lokal Sektor Hulu Migas
Hasil Efisiensi, PHE...
Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
OPEC Belum Tamat usai...
OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari
Putin Peringatkan Produksi...
Putin Peringatkan Produksi Minyak Teluk bisa Berhenti Total dalam Sebulan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Tanyakan Soal Tarif Dagang dan Dampak Perang Timteng
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Rekomendasi
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved