AS Kalah, China dan Rusia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan
Minggu, 18 Mei 2025 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Kerja sama ini juga menandai langkah strategis Rusia dan China dalam mendahului Amerika Serikat yang baru-baru ini membatalkan rencana pangkalan bulan orbitalnya pada 2026. Dengan demikian, proyek ILRS memperlihatkan ambisi kedua negara untuk menjadi pemimpin dalam eksplorasi dan penelitian luar angkasa.
"China akan mengundang 50 negara, 500 lembaga penelitian ilmiah internasional, dan 5.000 peneliti luar negeri untuk bergabung dengan ILRS sebagai bagian dari Proyek 555," ujar kepala perancang program eksplorasi bulan China, Wu Weiren.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan ini akan membuka babak baru dalam teknologi antariksa, terutama dalam hal pengoperasian reaktor nuklir secara otonom di lingkungan luar angkasa yang ekstrem dan menantang. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi eksplorasi manusia di Bulan dan kemungkinan ekspansi ke planet lain di masa depan.
"China akan mengundang 50 negara, 500 lembaga penelitian ilmiah internasional, dan 5.000 peneliti luar negeri untuk bergabung dengan ILRS sebagai bagian dari Proyek 555," ujar kepala perancang program eksplorasi bulan China, Wu Weiren.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan ini akan membuka babak baru dalam teknologi antariksa, terutama dalam hal pengoperasian reaktor nuklir secara otonom di lingkungan luar angkasa yang ekstrem dan menantang. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi eksplorasi manusia di Bulan dan kemungkinan ekspansi ke planet lain di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :