India Ancam Nyawa 240 Juta Penduduk Pakistan, China Pasang Badan

Senin, 19 Mei 2025 - 14:26 WIB
loading...
India Ancam Nyawa 240...
Ketegangan antara India dan Pakistan kembali meningkat setelah India mengancam akan memutus pasokan air dari Sungai Indus. FOTO/gssra.com
A A A
JAKARTA - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali meningkat setelah India mengancam akan memutus pasokan air dari Sungai Indus. Ancaman ini memicu reaksi dari China dengan mempercepat pembangunan proyek bendungan di Pakistan sebagai respons terhadap situasi yang berkembang.

Penyiar negara China melaporkan, China Energy Engineering Corporation, perusahaan milik negara, telah mempercepat pekerjaan pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Mohmand di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Proyek yang dimulai pada September 2019 ini dijadwalkan selesai tahun depan dan kini telah memasuki fase kritis dengan pengisian beton pada bendungan.

Baca Juga: Perang Berkecamuk, Ini Dukungan Besar China untuk Ekonomi Pakistan

Pernyataan China muncul setelah India mengumumkan penangguhan Perjanjian Air Indus 1960, yang mengatur pembagian sumber daya air antara kedua negara. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap serangan militan yang menewaskan wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April lalu.

Penangguhan perjanjian tersebut menimbulkan kekhawatiran di Pakistan, yang mengandalkan sistem Sungai Indus untuk 80% kebutuhan pertaniannya. Pemerintah Islamabad menegaskan, setiap upaya untuk menghentikan atau mengalihkan aliran air yang menjadi hak Pakistan akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan direspons dengan kekuatan penuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
YouTuber India Ditangkap,...
YouTuber India Ditangkap, Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved