Para Investor Terkenal jadi Pemegang Saham PGAS, Begini Kata Analis
Kamis, 22 Mei 2025 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
"PGAS ini perannya sudah cukup vital ya. Selain peran dalam penyaluran gas pipa, terdapat pengembangan beberapa produk seperti LNG, CNG, yang bisa didistribusikan dalam skala nasional. Apalagi market kita kan secara domestik memiliki strong domestic consumption sehingga PGAS sebagai BUMN memiliki peran sangat strategis di mata investor,” ungkap Nafan.
Baca Juga: Kisah Sukses Warren Buffett Investasi Saham Coca-Cola, dari Uang Saku ke Miliaran Dolar
Ditambah lagi, lanjutnya, adanya kesadaran bahwa gas bumi memiliki peran strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE). "Kebutuhan ke depannya bisa semakin meningkat. Dan minat investor ini juga tentunya merupakan bagian dari dampak implementasi Good Corporate Governance PGAS," terusnya.
Sebaliknya, tantangan PGAS menurut Nafan adalah berkaitan dengan belum seimbangnya pasokan gas pipa dibandingkan permintaan akibat kelangkaan dari sejumlah sumber di hulu. Situasi ini menurutnya bisa diatasi dengan sinergi positif antara pemerintah, regulator migas, dan badan usaha itu sendiri terutama PGAS.
Mengacu pada riset Mirae Asset Sekuritas, saham PGAS sejak 8 Mei 2025 diproyeksi ke level 1.655 per saham sebagai Target Price 1. Adapun Target Price 2 diperkirakan menyentuh 1.710 per saham dan 2.210 per saham atau meningkat 35,17% sebagai Target Price 3. Level Support ada di kisaran 1.610 dan 1.565.
Secara intraday pada perdagangan saham 20 Mei 2025, Target Price 2 sudah berhasil disentuh dimana saham PGAS telah mencapai level 1.750 per saham.
Analis Pasar Modal yang juga Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan minat investor terhadap saham PGAS tetap tinggi bahkan di saat kinerja quartalan berlangsung di bawah konsensus analis.
Baca Juga: Kisah Sukses Warren Buffett Investasi Saham Coca-Cola, dari Uang Saku ke Miliaran Dolar
Ditambah lagi, lanjutnya, adanya kesadaran bahwa gas bumi memiliki peran strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE). "Kebutuhan ke depannya bisa semakin meningkat. Dan minat investor ini juga tentunya merupakan bagian dari dampak implementasi Good Corporate Governance PGAS," terusnya.
Sebaliknya, tantangan PGAS menurut Nafan adalah berkaitan dengan belum seimbangnya pasokan gas pipa dibandingkan permintaan akibat kelangkaan dari sejumlah sumber di hulu. Situasi ini menurutnya bisa diatasi dengan sinergi positif antara pemerintah, regulator migas, dan badan usaha itu sendiri terutama PGAS.
Mengacu pada riset Mirae Asset Sekuritas, saham PGAS sejak 8 Mei 2025 diproyeksi ke level 1.655 per saham sebagai Target Price 1. Adapun Target Price 2 diperkirakan menyentuh 1.710 per saham dan 2.210 per saham atau meningkat 35,17% sebagai Target Price 3. Level Support ada di kisaran 1.610 dan 1.565.
Secara intraday pada perdagangan saham 20 Mei 2025, Target Price 2 sudah berhasil disentuh dimana saham PGAS telah mencapai level 1.750 per saham.
Analis Pasar Modal yang juga Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan minat investor terhadap saham PGAS tetap tinggi bahkan di saat kinerja quartalan berlangsung di bawah konsensus analis.
Lihat Juga :