Trump Umumkan Kesepakatan Perdagangan Besar dengan Pakistan

Jum'at, 23 Mei 2025 - 10:26 WIB
loading...
Trump Umumkan Kesepakatan...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan ada kesepakatan perdagangan besar dengan Pakistan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan kesepakatan perdagangan besar dengan Pakistan menyusul terjadinya gencatan senjata dengan India. Hal ini disampaikan Trump dalam pertemuan resmi dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di Gedung Putih.

Menurut Trump peran aktif As dalam meredakan ketegangan antara dua negara Asia Selatan tersebut telah membuka jalan menuju pembicaraan damai dan kerja sama ekonomi yang lebih erat.

"Saya berbicara dengan Pakistan dan India mengenai situasi yang sedang terjadi. Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir," ujar Trump, seperti dikutip dari Daily Times, Jumat (23/5).

Baca Juga: China Bela Pakistan, India Dikabarkan Bakal Hengkang dari BRICS

Trump mengklaim pemerintahannya berkontribusi secara signifikan dalam tercapainya gencatan senjata antara New Delhi dan Islamabad. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pendekatan ekonomi kepada kedua negara adalah cara terbaik untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

"Perdagangan adalah alat utama. Saya pikir kami bisa menyelesaikan ini lewat perdagangan," ujar Trump.

Lebih lanjut, Trump menyampaikan pujiannya terhadap para pemimpin kedua negara. "Orang-orang Pakistan luar biasa, dan para pemimpinnya juga demikian. Perdana Menteri Modi adalah teman saya di India," kata dia.

Trump optimistis kesepakatan perdagangan antara AS dan Pakistan akan membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral, yang tidak hanya berdampak kepada kedua negara tetapi juga pada stabilitas kawasan Asia Selatan secara keseluruhan.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintahannya tidak hanya tertuju pada Asia Selatan. Trump menyinggung keterlibatan AS dalam upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Baca Juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois

Pengumuman ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump, yang sebelumnya dikenal lebih fokus pada isu domestik dan kebijakan proteksionis.

Jika kesepakatan perdagangan ini berhasil diwujudkan, maka bukan hanya Pakistan yang diuntungkan, tetapi juga stabilitas kawasan akan semakin terjaga, sekaligus membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.



Trump menyebut bahwa pemerintahannya ingin memastikan bahwa hubungan ekonomi dengan negara-negara sahabat tetap produktif, dan menjadi landasan bagi penyelesaian konflik secara damai.

Meskipun belum ada rincian spesifik mengenai isi kesepakatan perdagangan tersebut, Trump menyiratkan bahwa pembicaraan telah berjalan konstruktif dan menunjukkan arah positif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Rekomendasi
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
Berita Terkini
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved