PLN IP Operasikan PLTS Terapung 100 kWp di Waduk Muara Nusa Dua Bali
Jum'at, 23 Mei 2025 - 10:53 WIB
loading...
PLN IP mengoperasikan PLTS Terapung di Waduk Muara Nusa Dua, Bali. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Muara Nusa Dua, Bali, dengan kapasitas 100 kilowatt peak (kWp). Proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Dewata.
PLTS yang dikerjakan dalam waktu satu bulan dua minggu ini berhasil memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 49,6%. Hal ini menjadi simbol sinergi antara PLN IP dan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mempercepat kemandirian energi di daerah tersebut.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyampaikan bahwa pengembangan PLTS di Bali merupakan langkah konkret korporasi dalam mendukung kebijakan daerah dan nasional terkait transisi energi.
"Hal ini merupakan peluang besar yang harus kita manfaatkan secara maksimal. Kami percaya, pengembangan PLTS seperti di Muara Nusa Dua, Nusa Penida, serta PLTS Atap adalah bagian dari fondasi penting dalam membangun masa depan energi yang lebih hijau dan berdaulat," ujar dia dalam pernyataannya, Jumat (23/5).
Baca Juga: PLN IP Gandeng Mitra Internasional Bangun PLTS Terapung Saguling
Sementara, Senior Manager PLN IP Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, I Made Harta Yasa, menegaskan PLTS Terapung Muara Nusa Dua, PLTS Nusa Penida, dan PLTS Atap di berbagai unit kerja PLN merupakan kontribusi korporasi terhadap dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi bersih di Bali.
"PLN IP berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi melalui pengembangan infrastruktur EBT yang andal dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan EBT sebagai bagian dari masa depan energi yang berkelanjutan," tambah I Made Harta Yasa.
Potensi pengembangan ke depan di Waduk Muara Nusa Dua masih terbuka luas, karena area waduk memungkinkan pemanfaatan hingga 80% dari total permukaan air untuk pembangkit surya. Hal ini menunjukkan masih ada banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut dalam sektor energi terbarukan di Bali.
Baca Juga: PLN IP Penuhi Kebutuhan Listrik Berbasis Energi Terbarukan di Wilayah Terluar
Selain PLTS Terapung Muara Nusa Dua, PLN Indonesia Power juga mengelola sejumlah pembangkit listrik berbasis EBT lainnya di Bali. Di antaranya adalah PLTS Nusa Penida dengan kapasitas 5,3 megawatt peak (MWp), yang telah menjadi pionir pembangkitan energi surya di wilayah kepulauan.
Terdapat juga pemanfaatan PLTS Atap yang tersebar di fasilitas Unit Bisnis Pembangkitan Bali (UBP Bali) dengan kapasitas 510 kWp, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali sebesar 250,80 kWp, serta PLTS Atap di Unit PLTG Pemaron dengan kapasitas 96 kWp.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi korporasi PLN IP dalam memperluas portofolio pembangkitan EBT di daerah-daerah prioritas, termasuk Bali, yang dikenal sebagai kawasan pariwisata hijau dan berwawasan lingkungan. PLTS terapung ini di Bali ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan.
PLTS yang dikerjakan dalam waktu satu bulan dua minggu ini berhasil memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 49,6%. Hal ini menjadi simbol sinergi antara PLN IP dan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mempercepat kemandirian energi di daerah tersebut.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyampaikan bahwa pengembangan PLTS di Bali merupakan langkah konkret korporasi dalam mendukung kebijakan daerah dan nasional terkait transisi energi.
"Hal ini merupakan peluang besar yang harus kita manfaatkan secara maksimal. Kami percaya, pengembangan PLTS seperti di Muara Nusa Dua, Nusa Penida, serta PLTS Atap adalah bagian dari fondasi penting dalam membangun masa depan energi yang lebih hijau dan berdaulat," ujar dia dalam pernyataannya, Jumat (23/5).
Baca Juga: PLN IP Gandeng Mitra Internasional Bangun PLTS Terapung Saguling
Sementara, Senior Manager PLN IP Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, I Made Harta Yasa, menegaskan PLTS Terapung Muara Nusa Dua, PLTS Nusa Penida, dan PLTS Atap di berbagai unit kerja PLN merupakan kontribusi korporasi terhadap dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi bersih di Bali.
"PLN IP berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi melalui pengembangan infrastruktur EBT yang andal dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan EBT sebagai bagian dari masa depan energi yang berkelanjutan," tambah I Made Harta Yasa.
Potensi pengembangan ke depan di Waduk Muara Nusa Dua masih terbuka luas, karena area waduk memungkinkan pemanfaatan hingga 80% dari total permukaan air untuk pembangkit surya. Hal ini menunjukkan masih ada banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut dalam sektor energi terbarukan di Bali.
Baca Juga: PLN IP Penuhi Kebutuhan Listrik Berbasis Energi Terbarukan di Wilayah Terluar
Selain PLTS Terapung Muara Nusa Dua, PLN Indonesia Power juga mengelola sejumlah pembangkit listrik berbasis EBT lainnya di Bali. Di antaranya adalah PLTS Nusa Penida dengan kapasitas 5,3 megawatt peak (MWp), yang telah menjadi pionir pembangkitan energi surya di wilayah kepulauan.
Terdapat juga pemanfaatan PLTS Atap yang tersebar di fasilitas Unit Bisnis Pembangkitan Bali (UBP Bali) dengan kapasitas 510 kWp, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali sebesar 250,80 kWp, serta PLTS Atap di Unit PLTG Pemaron dengan kapasitas 96 kWp.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi korporasi PLN IP dalam memperluas portofolio pembangkitan EBT di daerah-daerah prioritas, termasuk Bali, yang dikenal sebagai kawasan pariwisata hijau dan berwawasan lingkungan. PLTS terapung ini di Bali ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :