Direktur Bank Sentral Brasil: BRICS Tak Cukup Besar untuk Meruntuhkan Dolar AS

Jum'at, 23 Mei 2025 - 15:59 WIB
loading...
Direktur Bank Sentral...
Bank sentral Brasil tidak melihat prospek realistis bagi negara-negara berkembang dalam kelompok BRICS untuk menciptakan pasar yang cukup besar untuk menjatuhkan dominasi dolar AS atau USD. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank sentral Brasil tidak melihat prospek realistis bagi negara-negara berkembang dalam kelompok BRICS untuk menciptakan pasar yang cukup besar untuk menjatuhkan dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam 10 tahun ke depan. Hal itu ditekankan oleh Direktur Kebijakan Moneter Bank sentral Brasil, Nilton David.

Dalam siaran web bank sentral, David mengatakan, BRICS tidak mempunyai aset yang berarti untuk bisa menyaingi dolar AS (USD) saat ini. "Saya tidak berpikir, hal ini (dominasi dolar AS) akan berubah dalam satu dekade mendatang," tambahnya.

Meski begitu Ia mengakui, bahwa alternatif alat pembayaran harus menjadi perhatian karena bisa membantu meningkatkan kesepakatan perdagangan bilateral. Akan tetapi hal itu menurutnya tidak cukup untuk menggantikan dolar dalam jangka waktu panjang.

Baca Juga: Gerakan Buang Dolar AS Meluas, Perdagangan 5 Negara Ini 93% Gunakan Mata Uang Lokal

Seperti diketahui Akronim BRICS merujuk pada lima ekonomi besar yang sedang berkembang yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yang telah bekerja sama untuk mengatasi isu-isu global. Kelompok ini belum lama terus melakukan ekspansi dengan menambahkan enam anggota lainnya.

Reuters melaporkan pada bulan Februari bahwa kepresidenan Brasil di BRICS tahun ini akan menangguhkan pembicaraan tentang mata uang bersama, dan lebih fokus pada cara-cara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar. Contohnya seperti menghubungkan sistem pembayaran dan mengeksplorasi standar blockchain yang ditetapkan oleh badan-badan seperti Bank for International Settlements.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump telah berulang kali memperingatkan BRICS - yang anggotanya yang asli adalah Brasil, Rusia, India, dan China - terhadap upaya untuk menantang supremasi dolar. Didirikan pada tahun 2009 dan segera diperluas dengan masuknya Afrika Selatan, BRICS saat ini mencakup Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab, menjadikannya sebagai lawan diplomatik yang berkembang untuk kekuatan Barat tradisional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved