Lewat YESS, Kementan Pastikan Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian

Senin, 26 Mei 2025 - 12:59 WIB
loading...
A A A
Direktur Program YESS Muhammad Amin, menyampaikan program ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendukung kaum disabilitas dengan akses modal usaha, agar mereka bisa memulai dan mengembangkan bisnis pertanian mereka secara mandiri. Dia berkomitmen untuk menghapuskan hambatan yang sering dihadapi oleh individu disabilitas dalam mengakses peluang ekonomi.

Dengan dukungan yang tepat, kami berharap mereka bisa mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan dan bahkan berpotensi untuk dipasarkan secara luas. Dia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam proses pengembangan usaha bagi individu disabilitas. ”Sebanyak 58% laki-laki dan 42 perempuan disabilitas mendapatkan hibah kompetitif dan pelatihan intensif,” katanya.

Salah satu petani pepaya dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan Rahmadi membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan hambatan untuk maju. Bahkan dia telah menjadi inspirasi anak muda lain di likungannya. Baca juga: Pekerjakan Disabilitas, Krakatau Steel-Kemnaker Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif

Sejak mendapatkan hibah dari Program YESS pada 2023 berupa bibit pepaya Hawai, uang tunai, dan obat-obatan, usaha Rahmadi berkembang pesat. Ia membentuk kelompok tani beranggotakan 30 orang untuk mempermudah akses pupuk bersubsidi. “Sekarang banyak yang ikut-ikut. Kalau mau ditambah, bisa sampai ratusan yang ingin bergabung,” tuturnya.

Rahmadi juga aktif mendorong teman-teman disabilitas agar percaya diri dan bergabung dengan Program YESS. “Harapan saya, teman-teman disabilitas tetap semangat. Jangan sampai kita menadahkan tangan, walau keadaan kita seperti ini,” ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Mentan Cabut 2.300 Izin...
Mentan Cabut 2.300 Izin Distributor Pupuk Nakal, Pecat 192 Pegawai Kementan
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Menilik Perjuangan Sapu...
Menilik Perjuangan 'Sapu Jagat' Kawal Jemaah Disabilitas di Makkah
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved