Euro Bisa Menggulingkan Dolar AS saat Investor Global Ketar-ketir

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:17 WIB
loading...
Euro Bisa Menggulingkan...
Euro bisa menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti dolar AS (USD), ketika investor global khawatir tentang langkah-langkah kebijakan perdagangan terbaru Washington. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Euro bisa menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti dolar AS (USD) , ketika investor global khawatir tentang langkah-langkah kebijakan perdagangan terbaru Washington. Hal ini disampaikan oleh Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde pada awal pekan waktu setempat.

Lagarde mengatakan, euro bisa menjadi alternatif yang kuat untuk dolar AS jika blok 20 negara tersebut dapat mereformasi kerangka keuangan dan keamanannya. Sementara itu seperti diketahui Dolar AS tengah mengalami tekanan cukup hebat dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan Dolar sejauh ini sudah jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun pada bulan lalu saat ketidakpastian pasar meningkat terkait perang tarif yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Lagarde menegaskan, bahwa kebijakan ekonomi Washington mendorong investor global untuk memikirkan kembali ketergantungan mereka pada dolar.

Baca Juga: Mampukah Mata Uang Lain Merebut Tahta Raja Dolar AS? Begini Penjelasan Analis

Dominasi dolar juga semakin terancam karena kekhawatiran atas utang AS yang meroket dan penggunaan Washington terhadap mata uang ini sebagai senjata geopolitik dengan memberlakukan sanksi dan membekukan aset. Namun, euro juga tidak sepenuhnya bersih, lantaran menghadapi masalah serupa.

Sejak sanksi Barat diterapkan pada Rusia sebagai respons terhadap konflik Ukraina pada tahun 2022, Moskow dan mitra perdagangannya semakin menjauh dari euro dan dolar dengan memilih mata uang nasional. Data Rusia menunjukkan bahwa 90% perdagangan negara itu dengan anggota BRICS tahun lalu dilakukan dalam mata uang domestik.

Meskipun demikian, Lagarde mengingatkan, soal terbukanya "kesempatan utama" bagi euro untuk tumbuh dan memperkuat pengaruhnya, merujuk pada ketidakpastian kebijakan perdagangan di bawah Trump sebagai faktor kunci di balik kekhawatiran investor.

"Perubahan yang sedang berlangsung menciptakan kesempatan dan menjadi momen buat euro secara global. Tapi euro tidak akan mendapatkan pengaruhnya secara otomatis - ia harus memperolehnya," terang Lagarde.

Ditekankan juga oleh Lagarde bahwa untuk menutup kesenjangan dengan dolar, Uni Eropa perlu memperkuat single market, meningkatkan konsistensi hukum, dan mereformasi sistem keuangan domestiknya. Meningkatkan penggunaan euro dalam penagihan perdagangan internasional, tambahnya, juga akan membantu di samping meningkatkan mekanisme pembayaran lintas batas dan membangun dukungan likuiditas yang dipimpin oleh ECB.

Dia juga berpendapat bahwa pembiayaan bersama yang lebih besar – termasuk di bidang pertahanan – diperlukan untuk mendukung kedudukan euro. "Kita membutuhkan kemampuan militer yang lebih kuat jika kita ingin peran global untuk euro tumbuh," katanya.

Baca Juga: Gelombang Dedolarisasi Melanda Dunia, Lebih 70 Negara Singkirkan Dolar AS

Namun, euro tidak mungkin menantang dolar dalam jangka pendek. Mata uang euro saat ini memiliki pangsa 20% dari cadangan devisa global – jauh di belakang 57,3% untuk dolar – menurut Dana Moneter Internasional. Meskipun pangsa dolar AS menurun secara bertahap ke level terendahnya dalam hampir tiga dekade, namun USD masih tetap menjadi mata uang cadangan global yang dominan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved