Mampukah Mata Uang Lain Merebut Tahta Raja Dolar AS? Begini Penjelasan Analis

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:36 WIB
loading...
Mampukah Mata Uang Lain...
Prediksi bahwa dominasi dolar AS (USD) bakal segera berakhir terus menyebar sejak Presiden Donald Trump meluncurkan perang dagang terbarunya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Prediksi bahwa dominasi dolar AS (USD) bakal segera berakhir terus menyebar sejak Presiden Donald Trump meluncurkan perang dagang terbarunya. Akan tetapi seorang ahli mata uang mengatakan, bahwa dolar tidak akan dengan mudah mundur dari posisinya sebagai mata uang utama dunia.

Sebaliknya negara-negara lain dan mata uang mereka dinilai belum siap untuk merebut posisi teratas, dan menjatuhkan dolar AS dari tahta. Laporan mengenai kehancuran dolar sangat dibesar-besarkan, menurut seorang ahli mata uang, yang mengatakan bahwa posisi dominan greenback harus diambil alih oleh pihak lain, bukan hanya diserahkan begitu saja.

Baca Juga: Tolak Buang Dolar AS, Apakah India Bakal Meninggalkan BRICS?

Dalam sebuah op-ed di Foreign Affairs, Eswar Prasad, profesor senior kebijakan perdagangan di Cornell’s Dyson School of Applied Economics mengungkapkan, bahwa tarif Presiden Donald Trump merupakan, serangan terhadap independensi Federal Reserve, dan erosi supremasi hukum membahayakan dominasi dolar serta lembaga-lembaga yang mendukungnya.

Sementara itu meskipun menjatuhkan dolar, sebuah prospek yang telah lama menjadi idaman sekutu dan lawan AS, namun tidak mungkin terjadi jika negara lain tidak mengambil kesempatan untuk menggantikannya. "Tampaknya mereka tidak siap untuk melakukan hal itu," jelas Prasad seperti dilansir Fortune.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, alasannya karena aset ekonomi besar lainnya seperti China, Jepang, dan Eropa masih belum seatraktif aset di AS. Selain kekhawatiran tentang pertumbuhan, pesaing ini juga mengalami masalah pemerintahan atau tantangan politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Berita Terkini
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
IHSG Melompat di Sesi...
IHSG Melompat di Sesi Siang, Sentuh Level 6.228 dengan Transaksi Rp8,2 Triliun
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved