Badai PHK Gulung Industri Otomotif, Volvo Bakal Potong 3.000 Karyawan

Rabu, 28 Mei 2025 - 09:46 WIB
loading...
Badai PHK Gulung Industri...
Produsen mobil yang berbasis di Swedia, Volvo mengatakan, bahwa mereka akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3.000 karyawan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Produsen mobil yang berbasis di Swedia, Volvo mengatakan, bahwa mereka akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) terhadap 3.000 karyawan sebagai bagian dari upaya penghematan biaya. Perusahaan menyatakan, bahwa pemecatan ini akan berdampak terutama untuk wilayah Swedia yang mewakili sekitar 15% dari tenaga kerja.

Bulan lalu, Volvo Cars yang dimiliki oleh grup China, Geely Holding mengumumkan rencana senilai 18 miliar kroner Swedia (USD1,9 miliar) untuk merombak bisnisnya. Industri otomotif global saat ini diketahui sedang menghadapi sejumlah tantangan besar termasuk tarif 25% pada mobil impor dari Presiden AS Donald Trump, biaya bahan yang lebih tinggi dan lambatnya penjualan di Eropa.

Baca Juga: 11.000 Pekerja Pabrikan Mobil Jepang Kena PHK, 7 Pabrik Nissan Ditutup

Kepala eksekutif Volvo Cars, Hakan Samuelsson menerangkan, 'periode menantang' yang dihadapi oleh industri, sebagai alasan melakukan pemutusan hubungan kerja. "Tindakan yang diumumkan hari ini adalah keputusan yang sulit, tetapi ini adalah langkah penting saat kami membangun Volvo Cars yang lebih kuat dan lebih tangguh," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.

Awal bulan ini, perusahaan mengatakan penjualan produknya secara global untuk bulan April mengalami penurunan mencapai 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Gelombang Badai PHK...
Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved