Badai PHK Gulung Industri Otomotif, Volvo Bakal Potong 3.000 Karyawan

Rabu, 28 Mei 2025 - 09:46 WIB
loading...
A A A
Volvo Cars memiliki markas besar dan kantor pengembangan utama di Gothenburg, Swedia. Perusahaan ini juga memiliki pabrik produksi utama di Swedia, Belgia, China, dan AS (Amerika Serikat).

Perusahaan ini dijual oleh raksasa industri otomotif AS, Ford, ke Geely dari China pada tahun 2010. Pada tahun 2021, Volvo menyatakan bahwa semua mobilnya akan menjadi mobil listrik pada tahun 2030. Tahun lalu, mereka mengurangi ambisi tersebut karena sejumlah masalah, termasuk di antaranya "ketidakpastian tambahan yang dihasilkan oleh tarif terbaru pada kendaraan listrik di berbagai pasar."

Badai PHK Industri Otomotif dan Ketatnya Persaingan

Sementara itu pabrikan mobil Jepang, Nissan mengatakan pada bulan ini, bahwa mereka akan mengurangi 11.000 pekerjaan secara global dan menutup tujuh pabrik saat mereka merombak bisnis di tengah penjualan yang lesu. Penurunan penjualan di China dan diskon besar-besaran di AS, dua pasar terbesarnya, telah memberikan dampak besar pada pendapatan, sementara merger yang diusulkan dengan Honda dan Mitsubishi gagal pada bulan Februari.

Pengurangan karyawan terbaru membawa total jumlah pemecatan yang diumumkan oleh perusahaan dalam setahun terakhir menjadi sekitar 20.000 pegawai, atau 15% dari angkatan kerjanya. Sebagai contoh persaingan sengit antara produsen mobil, raksasa kendaraan listrik China, BYD mengumumkan akhir pekan lalu bahwa mereka akan memangkas harga lebih dari 20 model.

Hal ini membuat harga mobil termurah BYD yakni, Seagull EV mencapai 55,800 yuan (USD7,745). Sebagai respons, perusahaan mobil yang dimiliki pemerintah China, Changan dan Leapmotor, yang didukung oleh pemilik Chrysler Stellantis juga mengumumkan diskon harga. Saham produsen mobil China jatuh tajam setelah pengumuman tersebut.

Selain itu pada bulan April, BYD berhasil mengungguli Tesla milik Elon Musk di Eropa untuk pertama kalinya, menurut firma riset industri otomotif Jato Dynamics. Tesla sedang menghadapi ketatnya persaingan dan dampak pada brand setelah aliansi Musk dengan Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Gelombang Badai PHK...
Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Rekomendasi
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Berita Terkini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved