Arus Kas Positif, TBS Bukukan Pendapatan Konsolidasian Rp1,1 Triliun
Rabu, 28 Mei 2025 - 22:36 WIB
loading...
PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) mencatatkan kinerja keuangan yang stabil pada kuartal I-2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) mencatatkan kinerja keuangan yang stabil pada kuartal I-2025, dengan pendapatan konsolidasian mencapai USD 71,5 juta atau setara Rp1,1 triliun. Pencapaian ini terjadi di tengah proses transformasi bisnis perusahaan menuju sektor energi berkelanjutan.
Berdasarkan laporan, perseroan membukukan EBITDA sebesar USD15,8 juta. Selain itu, arus kas bersih tercatat USD44,1 juta, mencerminkan fundamental bisnis yang kuat.
Posisi kas TBS juga meningkat menjadi USD 126,1 juta pada akhir Maret 2025, didukung oleh realisasi divestasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Likuiditas yang sehat ini menjadi modal penting bagi ekspansi ke sektor hijau.
Perubahan komposisi bisnis TBS terlihat dari penjualan PLTU Minahasa Utara berkapasitas 100 MW. Langkah ini mengurangi emisi karbon perusahaan sebesar 45% atau 777 ribu ton CO2e per tahun. Proses divestasi PLTU Gorontalo juga telah selesai, yang akan menekan emisi total hingga 80% (1,3 juta ton CO2e per tahun).
"Kinerja kuartal ini perlu dilihat dalam kerangka transformasi jangka panjang. Kami tetap menghasilkan arus kas sehat sambil fokus pada bisnis berkelanjutan," ujar Direktur TBS, Juli Oktarina, dalam pernyataan resmi, Rabu (28/5).
Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam
Segmen pengelolaan limbah mulai menunjukkan kontribusi positif dengan EBITDA USD 2,6 juta. Akuisisi Sembcorp Environment yang rampung Maret 2025 diharapkan semakin mendongkrak pertumbuhan lini bisnis ini.
Di sisi neraca, total aset TBS naik 11% menjadi USD 1,048 miliar, didorong ekspansi di energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat USD 359,6 juta setelah penyesuaian akuntansi divestasi PLTU.
Transformasi TBS sejalan dengan peta jalan TBS2030, yang berfokus pada tiga pilar: pengelolaan limbah, mobilitas listrik, dan energi terbarukan. Perusahaan akan terus mengalokasikan modal untuk proyek-proyek berkelanjutan.
"Kami melanjutkan transformasi dengan disiplin dan optimisme. Kuartal ini adalah bagian penting dalam membangun bisnis yang lebih hijau," kata dia.
Baca Juga: TBS Energi Bagikan Dividen Rp168 Miliar, Tunjuk Dewan Komisaris Baru
Ke depan, TBS akan memperkuat portofolio hijau dengan mendalami solusi pengelolaan sampah, kendaraan listrik, dan pembangkit energi terbarukan. Komitmen pada profitabilitas dan dampak lingkungan menjadi kunci strategi perseroan.
Berdasarkan laporan, perseroan membukukan EBITDA sebesar USD15,8 juta. Selain itu, arus kas bersih tercatat USD44,1 juta, mencerminkan fundamental bisnis yang kuat.
Posisi kas TBS juga meningkat menjadi USD 126,1 juta pada akhir Maret 2025, didukung oleh realisasi divestasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Likuiditas yang sehat ini menjadi modal penting bagi ekspansi ke sektor hijau.
Perubahan komposisi bisnis TBS terlihat dari penjualan PLTU Minahasa Utara berkapasitas 100 MW. Langkah ini mengurangi emisi karbon perusahaan sebesar 45% atau 777 ribu ton CO2e per tahun. Proses divestasi PLTU Gorontalo juga telah selesai, yang akan menekan emisi total hingga 80% (1,3 juta ton CO2e per tahun).
"Kinerja kuartal ini perlu dilihat dalam kerangka transformasi jangka panjang. Kami tetap menghasilkan arus kas sehat sambil fokus pada bisnis berkelanjutan," ujar Direktur TBS, Juli Oktarina, dalam pernyataan resmi, Rabu (28/5).
Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam
Segmen pengelolaan limbah mulai menunjukkan kontribusi positif dengan EBITDA USD 2,6 juta. Akuisisi Sembcorp Environment yang rampung Maret 2025 diharapkan semakin mendongkrak pertumbuhan lini bisnis ini.
Di sisi neraca, total aset TBS naik 11% menjadi USD 1,048 miliar, didorong ekspansi di energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat USD 359,6 juta setelah penyesuaian akuntansi divestasi PLTU.
Transformasi TBS sejalan dengan peta jalan TBS2030, yang berfokus pada tiga pilar: pengelolaan limbah, mobilitas listrik, dan energi terbarukan. Perusahaan akan terus mengalokasikan modal untuk proyek-proyek berkelanjutan.
"Kami melanjutkan transformasi dengan disiplin dan optimisme. Kuartal ini adalah bagian penting dalam membangun bisnis yang lebih hijau," kata dia.
Baca Juga: TBS Energi Bagikan Dividen Rp168 Miliar, Tunjuk Dewan Komisaris Baru
Ke depan, TBS akan memperkuat portofolio hijau dengan mendalami solusi pengelolaan sampah, kendaraan listrik, dan pembangkit energi terbarukan. Komitmen pada profitabilitas dan dampak lingkungan menjadi kunci strategi perseroan.
(nng)
Lihat Juga :