Efek Tarif Trump, Kas Pemerintah AS Bertambah Rp359 Triliun

Jum'at, 30 Mei 2025 - 09:03 WIB
loading...
A A A
Presiden juga mengancam tarif baru dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, termasuk tarif spesifik pada sektor yang akan diumumkan pada barang-barang seperti semikonduktor dan farmasi serta kemungkinan tarif yang ditujukan kepada perusahaan seperti Apple, hingga Samsung.

Data ini cukup signifikan, akan tetapi mungkin sedikit berlebihan, ketika Kementerian Keuangan melaporkan baik bea cukai maupun pajak konsumsi tertentu sebagai satu kategori dari Kementeriaan Keamanan Dalam Negeri. Sementara itu pajak konsumsi berbeda dari bea cukai.

Data yang lebih tepat untuk hanya bea cukai diharapkan tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Namun, bea cukai secara historis telah menyumbang sebagian besar dari angka gabungan tersebut.

Arah Kebijakan Tarif Trump

Trump memuji lonjakan penerimaan pemerintah setelah adanya kebijakan tarif, dengan mengisyaratkan bahwa pemerintah AS sedang dalam perjalanan untuk mengulangi sejarah AS yang berakhir lebih dari satu abad yang lalu ketika tarif menyumbang persentase signifikan dari pendapatan pemerintah.

"Kami akan menghasilkan banyak uang (dari tarif) dan uang itu akan digunakan untuk mengurangi pajak," kata Trump pada 23 April, lalu.

"Kami akan melakukan pemotongan pajak besar-besaran," ungkapnya.

Pendapatan dari tarif Trump dipakai untuk berargumen mendukung kemajuan "rancangan besar yang indah" GOP sebagai cara untuk menutup triliunan defisit baru yang mungkin mengikuti. Trump bahkan pernah mempertimbangkan gagasan bahwa pendapatan tersebut akan memungkinkan penghapusan pajak penghasilan secara keseluruhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved