Produsen Mobil Terancam Tutup, Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang Melunak

Minggu, 01 Juni 2025 - 20:38 WIB
loading...
Produsen Mobil Terancam...
Sebelumnya akibat pembatasan rare earth (logam tanah jarang), membuat produsen mobil dan semikonduktor di Eropa dan India berisiko tutup. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China mengirimkan sinyal bakal kembali membangun kerja sama dengan negara-negara lain, terkait pengendalian ekspor logam tanah jarang . Sebelumnya akibat pembatasan rare earth (logam tanah jarang), membuat produsen mobil dan semikonduktor di Eropa dan India berisiko tutup.

China yang mengendalikan lebih dari 90% kapasitas pemrosesan global untuk magnet unsur tanah jarang yang digunakan dalam segala hal mulai dari mobil dan pesawat tempur hingga peralatan rumah tangga, memberlakukan pembatasan pada awal April yang mengharuskan eksportir mendapatkan lisensi dari Beijing.

Meski beberapa lisensi telah diberikan, termasuk kepada beberapa pemasok seperti Volkswagen, produsen mobil di India mengatakan, mereka tidak menerima satupun dan harus menghentikan produksi pada awal Juni, mendatang. Tidak lain karena diakibatkan tidak mendapatkan pasokan logam tanah jarang dari China.

Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia

"Kami siap memperkuat dialog dan kerjasama dalam bidang pengendalian ekspor dengan negara dan wilayah yang relevan dan berkomitmen menjaga stabilitas produksi dan rantai pasokan global," kata juru bicara kementerian luar negeri, Lin Jian ketika ditanya tentang pengendalian ekspor tersebut.

Media China melaporkan pada tengah pekan kemarin, bahwa Beijing dapat melonggarkan pembatasannya terhadap ekspor rare earth untuk perusahaan semikonduktor China dan Eropa setelah pertemuan antara industri dan Kementerian Perdagangan di mana isu kekurangan dibahas.

The New York Times melaporkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat menghentikan beberapa penjualan teknologi kritis ke China, termasuk suku cadang untuk pembuat pesawat milik negara COMAC, sebagai tanggapan atas pembatasan China terhadap ekspor mineral kritis.

Cadangan Tanah Jarang China

China memiliki cadangan tanah jarang tertinggi sebesar 44 juta metrik ton (MT). Negara ini juga merupakan produsen tanah jarang terkemuka di dunia pada tahun 2024, usai menghasilkan 270.000 MT.

Meskipun sudah memegang posisi teratas, China tetap fokus untuk memastikan bahwa cadangan tanah jarangnya tetap tinggi. Kembali pada tahun 2012, negara Asia itu sempat menyatakan bahwa cadangannya menurun. Namun kemudian mengumumkan pada tahun 2016 bahwa mereka akan meningkatkan cadangan domestik dengan membangun persediaan komersial dan nasional.

Negara ini juga cukup ketat memantau penambangan tanah jarang ilegal selama beberapa tahun, menutup tambang tanah jarang ilegal atau yang tidak sesuai lingkungan dan membatasi produksi dan ekspor. Batas produksi ini telah dilonggarkan, dan dalam beberapa tahun terakhir China telah menaikkan kuota penambangan beberapa kali.

Dominasi China dalam produksi dan cadangan unsur tanah jarang telah menyebabkan masalah. Harga tanah jarang melonjak ketika negara itu memangkas ekspor pada tahun 2010.

Baca Juga: AS Menemukan Cara Mengalahkan China dalam Dominasi Logam Tanah Jarang

China dan AS telah bergelut dalam perang dagang atas tanah jarang karena masing-masing negara bertarung tentang siapa yang akan mendominasi sektor kendaraan listrik dan teknologi global. Membidik AS, China melarang ekspor teknologi untuk membuat magnet tanah jarang pada Desember 2023 yang kemudian kembali terjadi di awal 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, China mulai mengimpor lebih banyak tanah jarang berat dari Myanmar, di mana Survei Geologi AS tidak memiliki data cadangan tanah jarang di negara tersebut. Sementara China memiliki peraturan lingkungan yang lebih ketat.

Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Myanmar, ketika pegunungan di sepanjang perbatasannya dengan China telah rusak parah oleh aksi penambangan tanah jarang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Rekomendasi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Suka Microdrama Singkat?...
Suka Microdrama Singkat? Intip Sinopsis Don’t Hurt Me, Daddy, Mommy’s Leaving di V+Short
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved