Vale Gandeng Antareja Dorong Produksi Nikel di Bahodopi
Selasa, 03 Juni 2025 - 08:21 WIB
loading...
PT Vale Indonesia Tbk menggandeng PT Antareja Mahada Makmur (AMM) endukung operasional pertambangan nikel di Blok Bahodopi 1. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk menggandeng PT Antareja Mahada Makmur (AMM), anak perusahaan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Group, sebagai mitra kontraktor untuk mendukung operasional pertambangan nikel di Blok Bahodopi 1, Sulawesi Tengah. Kontrak kerja sama jangka panjang selama delapan tahun ini resmi ditandatangani di Jakarta, Jumat (30/5).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur PPA Group dan AMM Muhammad Affan dan Direktur AMM Arif Rahman, bersama dengan Direktur PT Vale Indonesia Muhammad Asril. Acara ini juga dihadiri oleh Plt. Presiden Direktur PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto dan Presiden Komisaris PPA Iman Nurwahyu.
Plt. Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan harapannya agar kolaborasi ini dapat menjadi contoh praktik pertambangan nikel berkelanjutan di Indonesia. "Kami berharap kemitraan ini berjalan dengan baik dan menjadi benchmark dalam praktik penambangan nikel yang berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: Pacu Hilirisasi Nikel, MIND ID Dorong 3 Proyek Strategis Vale Indonesia
Direktur AMM Muhammad Affan menyambut baik kerja sama ini dengan optimisme. "Delapan tahun ke depan tentu tidak akan selalu mudah. Namun dengan semangat kemitraan, integritas, dan visi yang selaras, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama," kata Affan dalam keterangannya, Selasa (3/6).
Affan juga menekankan bahwa kemitraan ini merupakan pengakuan atas rekam jejak AMM sebagai kontraktor pertambangan yang adaptif, profesional, dan terus berkembang. PPA Group sendiri telah meraih Penghargaan Aditama (Emas) dalam ajang Good Mining Practice yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2023 dan 2024.
"Alhamdulillah, kami sampai di titik ini. Ini adalah kebanggaan tersendiri bisa membangun sinergi dengan PT Vale. Saya percaya, AMM adalah perusahaan jasa pertambangan pertama di sektor nikel yang meraih penghargaan Aditama dua tahun berturut-turut. Ini adalah bukti nyata atas komitmen dan kualitas operasional kami yang konsisten," lanjut Affan.
Kerja sama antara PT Vale dan AMM mencakup pengelolaan Blok Bahodopi 1 di Sulawesi Tengah. AMM dijadwalkan memulai operasional penambangan di wilayah tersebut pada Juli 2025 mendatang, yang ditandai dengan first cut.
PT Vale Indonesia sendiri tengah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Selain AMM, PT Petrosea Tbk ditunjuk untuk mengelola Blok Bahodopi 2 dan 3 di Sulawesi Tengah, sementara Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara dikerjakan oleh PAMA.
Dengan penandatanganan kerja sama ini, AMM siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan operasional pertambangan yang aman, berkelanjutan, serta menjadi panutan bagi industri pertambangan nasional.
Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng PT Vale Dorong Penggunaan HVO di Sektor Tambang
Kolaborasi antara PT Vale Indonesia dan AMM juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan pertambangan lainnya dalam menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekitar wilayah pertambangan. Penandatanganan kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya peningkatan produksi nikel di Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur PPA Group dan AMM Muhammad Affan dan Direktur AMM Arif Rahman, bersama dengan Direktur PT Vale Indonesia Muhammad Asril. Acara ini juga dihadiri oleh Plt. Presiden Direktur PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto dan Presiden Komisaris PPA Iman Nurwahyu.
Plt. Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan harapannya agar kolaborasi ini dapat menjadi contoh praktik pertambangan nikel berkelanjutan di Indonesia. "Kami berharap kemitraan ini berjalan dengan baik dan menjadi benchmark dalam praktik penambangan nikel yang berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: Pacu Hilirisasi Nikel, MIND ID Dorong 3 Proyek Strategis Vale Indonesia
Direktur AMM Muhammad Affan menyambut baik kerja sama ini dengan optimisme. "Delapan tahun ke depan tentu tidak akan selalu mudah. Namun dengan semangat kemitraan, integritas, dan visi yang selaras, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama," kata Affan dalam keterangannya, Selasa (3/6).
Affan juga menekankan bahwa kemitraan ini merupakan pengakuan atas rekam jejak AMM sebagai kontraktor pertambangan yang adaptif, profesional, dan terus berkembang. PPA Group sendiri telah meraih Penghargaan Aditama (Emas) dalam ajang Good Mining Practice yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2023 dan 2024.
"Alhamdulillah, kami sampai di titik ini. Ini adalah kebanggaan tersendiri bisa membangun sinergi dengan PT Vale. Saya percaya, AMM adalah perusahaan jasa pertambangan pertama di sektor nikel yang meraih penghargaan Aditama dua tahun berturut-turut. Ini adalah bukti nyata atas komitmen dan kualitas operasional kami yang konsisten," lanjut Affan.
Kerja sama antara PT Vale dan AMM mencakup pengelolaan Blok Bahodopi 1 di Sulawesi Tengah. AMM dijadwalkan memulai operasional penambangan di wilayah tersebut pada Juli 2025 mendatang, yang ditandai dengan first cut.
PT Vale Indonesia sendiri tengah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Selain AMM, PT Petrosea Tbk ditunjuk untuk mengelola Blok Bahodopi 2 dan 3 di Sulawesi Tengah, sementara Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara dikerjakan oleh PAMA.
Dengan penandatanganan kerja sama ini, AMM siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan operasional pertambangan yang aman, berkelanjutan, serta menjadi panutan bagi industri pertambangan nasional.
Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng PT Vale Dorong Penggunaan HVO di Sektor Tambang
Kolaborasi antara PT Vale Indonesia dan AMM juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan pertambangan lainnya dalam menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekitar wilayah pertambangan. Penandatanganan kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya peningkatan produksi nikel di Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia.
(nng)
Lihat Juga :