PHE ONWJ Rampungkan Proyek Peremajaan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut
Selasa, 03 Juni 2025 - 19:33 WIB
loading...
PHE ONWJ berhasil menyelesaikan proyek pembangunan dan peremajaan tiga jalur pipa migas bawah laut di perairan utara Laut Jawa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menyelesaikan proyek pembangunan dan peremajaan tiga jalur pipa migas bawah laut di perairan utara Laut Jawa. Proyek bertajuk Pipeline Replace and Renew Project (PRRP) ini rampung pada kuartal pertama 2025 dan menjadi capaian strategis dalam mendukung kelancaran produksi migas nasional.
Ketiga jalur pipa tersebut membentang sepanjang total 22,06 kilometer dan berada di dua area utama. Di kawasan UNIFOM Area, dua jalur pipa menghubungkan platform UYA dengan UA, serta UA dengan UWJ. Sementara di ECHO Area, jalur pipa menghubungkan platform ESA dan EPRO.
Baca Juga: PHE ONWJ Siap Kembangkan Lapangan OO-OX, Target Produksi di 2026
Pemasangan pipa di bawah laut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama pada kedalaman yang bervariasi. Jalur UYA–UA dibangun pada kedalaman 26 hingga 27 meter, jalur UA–UWJ pada 25 hingga 28 meter, dan jalur ESA–EPRO pada 36,3 hingga 45,7 meter di bawah permukaan laut.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan seluruh jalur pipa kini telah berstatus on stream dan mampu mengalirkan minyak secara optimal. "Ketiga jalur pipa ini menjaga kelancaran produksi migas hingga 2.691 barel minyak per hari (BOPD)," ujar Muzwir dalam keterangan pers, Selasa (3/6).
Keberhasilan proyek ini, lanjut Muzwir, merupakan hasil koordinasi lintas tim yang solid, didukung kompetensi teknis tinggi, serta penerapan prinsip Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara disiplin. "Seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tanpa insiden atau zero lost time injury (LTI)," tambahnya.
PHE ONWJ merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream. PHE bertanggung jawab mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun luar negeri.
Regional Jawa, sebagai bagian dari PHE, memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan pengelolaan lapangan hulu migas di wilayah Jawa bagian barat. Wilayah kerja ini meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna.
Area kerja Regional Jawa mencakup beberapa provinsi, antara lain DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat. Regional Jawa terus berupaya meningkatkan produksi migas sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan. Dalam setiap operasinya, Regional Jawa senantiasa menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan HSSE di seluruh lini. Komitmen ini menjadi dasar dalam menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Terapkan Teknologi EVE Ejector, PHE ONWJ Optimalkan Produksi Gas
Selain fokus pada produksi, Regional Jawa juga memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dilakukan agar kontribusi perusahaan dapat mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Keberhasilan PHE ONWJ dalam menuntaskan proyek pipa bawah laut ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target produksi migas nasional ke depan.
Ketiga jalur pipa tersebut membentang sepanjang total 22,06 kilometer dan berada di dua area utama. Di kawasan UNIFOM Area, dua jalur pipa menghubungkan platform UYA dengan UA, serta UA dengan UWJ. Sementara di ECHO Area, jalur pipa menghubungkan platform ESA dan EPRO.
Baca Juga: PHE ONWJ Siap Kembangkan Lapangan OO-OX, Target Produksi di 2026
Pemasangan pipa di bawah laut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama pada kedalaman yang bervariasi. Jalur UYA–UA dibangun pada kedalaman 26 hingga 27 meter, jalur UA–UWJ pada 25 hingga 28 meter, dan jalur ESA–EPRO pada 36,3 hingga 45,7 meter di bawah permukaan laut.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan seluruh jalur pipa kini telah berstatus on stream dan mampu mengalirkan minyak secara optimal. "Ketiga jalur pipa ini menjaga kelancaran produksi migas hingga 2.691 barel minyak per hari (BOPD)," ujar Muzwir dalam keterangan pers, Selasa (3/6).
Keberhasilan proyek ini, lanjut Muzwir, merupakan hasil koordinasi lintas tim yang solid, didukung kompetensi teknis tinggi, serta penerapan prinsip Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara disiplin. "Seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tanpa insiden atau zero lost time injury (LTI)," tambahnya.
PHE ONWJ merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream. PHE bertanggung jawab mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun luar negeri.
Regional Jawa, sebagai bagian dari PHE, memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan pengelolaan lapangan hulu migas di wilayah Jawa bagian barat. Wilayah kerja ini meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna.
Area kerja Regional Jawa mencakup beberapa provinsi, antara lain DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat. Regional Jawa terus berupaya meningkatkan produksi migas sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan. Dalam setiap operasinya, Regional Jawa senantiasa menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan HSSE di seluruh lini. Komitmen ini menjadi dasar dalam menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Terapkan Teknologi EVE Ejector, PHE ONWJ Optimalkan Produksi Gas
Selain fokus pada produksi, Regional Jawa juga memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dilakukan agar kontribusi perusahaan dapat mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Keberhasilan PHE ONWJ dalam menuntaskan proyek pipa bawah laut ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target produksi migas nasional ke depan.
(nng)
Lihat Juga :