OECD Pangkas Ekonomi Global Jadi 2,9% di 2025, Indonesia Tak Sampai 5%

Rabu, 04 Juni 2025 - 07:32 WIB
loading...
OECD Pangkas Ekonomi...
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 dan 2026. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 dan 2026 menjadi hanya 2,9%. Revisi ini turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,1% dan 3%, menandakan perlambatan yang dipicu oleh ketegangan perdagangan, kondisi keuangan yang ketat, serta ketidakpastian kebijakan global.

Berdasarkan laporan Economic Outlook terbaru yang dirilis Selasa (3/6), OECD menyoroti kebijakan proteksionisme AS di bawah Presiden Donald Trump menjadi salah satu faktor utama yang menggerus kepercayaan pasar. Lonjakan tarif impor AS hingga 15,4% yang tertinggi sejak 1938telah memicu ketidakstabilan di pasar keuangan dan mengganggu rantai pasok global.

"Prospek ekonomi global semakin suram. Jika ketegangan perdagangan terus berlanjut, dampaknya terhadap pertumbuhan akan semakin dalam," tulis OECD dalam laporannya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/6).

Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan

OECD merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2025 menjadi hanya 1,6%, turun dari 2,2% sebelumnya. Perlambatan ini dipicu oleh kebijakan tarif yang membebani konsumen dan investasi bisnis. Inflasi AS juga diperkirakan melonjak mendekati 4%, jauh di atas target Federal Reserve yang hanya 2%.

Sementara, pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan melambat dari 4,8% menjadi 4,7%. Jepang bahkan mengalami penurunan lebih tajam, dari 1,1% menjadi 0,7%, akibat melemahnya ekspor dan konsumsi domestik.

Kawasan Zona Euro masih diperkirakan tumbuh sekitar 1%, meski OECD memperingatkan bahwa eskalasi perang dagang AS-Uni Eropa bisa membahayakan pemulihan ekonomi. Pembicaraan antara negosiator AS dan Uni Eropa di Paris diharapkan dapat meredakan ketegangan, terutama setelah ancaman tarif 50% AS terhadap produk-produk Eropa.

Proyeksi Ekonomi Indonesia


OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dari 4,9% menjadi 4,7%. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan eksternal, seperti melemahnya permintaan global dan ketidakpastian kebijakan fiskal domestik. Jika negara-negara besar terus meningkatkan hambatan perdagangan, risiko resesi global akan semakin nyata. Organisasi ini mendorong dialog multilateral untuk mencegah perpecahan lebih lanjut dalam sistem perdagangan dunia.

"Keterbukaan dan kerja sama internasional adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan," ujar Kepala Ekonom OECD, Alvaro Pereira.

Baca Juga: Media Asing Soroti Mantan Teroris Bom Bali Umar Patek Buka Kedai Kopi

OECD menyarankan agar pemerintah di seluruh dunia memperkuat kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, sambil tetap menjaga stabilitas jangka panjang.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved