Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: 'Berbisnislah dengan AS'

Rabu, 04 Juni 2025 - 08:17 WIB
loading...
Amerika Desak India...
Amerika mendesak India untuk menjauh dari aliansi BRICS dan lebih mengutamakan hubungan bisnis dengan AS. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, mendesak India untuk menjauh dari aliansi BRICS dan lebih mengutamakan hubungan bisnis dengan AS. Hal ini disampaikan Lutnick dalam pidato utama pada acara yang mempromosikan hubungan ekonomi AS-India di Washington, Selasa (3/6).

Lutnick menyoroti sejumlah masalah yang dianggap mengganggu hubungan bilateral, terutama keputusan India membeli peralatan militer dari Rusia, salah satu mitra BRICS. "Ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah India yang membuat Amerika Serikat merasa tidak nyaman, misalnya membeli peralatan militer dari Rusia," ujar dia dikutip dari Watcher Guru, Rabu (4/6).

Baca Juga: ASEAN Luncurkan Peta Jalan Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Berlaku 2026

Sebagai langkah perbaikan, Lutnick menyebut Pemerintah India kini mulai beralih membeli persenjataan dari AS. "Saya pikir India mulai bergerak ke arah membeli peralatan militer dari Amerika Serikat, yang akan sangat membantu," tambahnya.

Selain persoalan militer, Lutnick menekankan pentingnya akses pasar. Amerika Serikat menginginkan agar bisnisnya mendapat akses yang lebih besar ke pasar India untuk mengurangi defisit perdagangan yang selama ini terjadi. "Kami ingin agar bisnis kami memiliki akses yang masuk akal ke pasar-pasar India," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved