PLN EPI dan Keraton Yogya Dukung Penguatan Ekonomi Hijau di Gunungkidul
Rabu, 04 Juni 2025 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
KRT Surya Satriyanto dari Kawedanan Panitikisma, Badan Keraton yang mengurusi pemanfaataan Sultan Ground dalam acara tersebut menekankan bahwa tata kelola administratif yang rapi tetap menjadi syarat utama untuk perluasan program. Keraton mendorong setiap Kalurahan agar memiliki dokumen legal dalam pemanfaatan tanah termasuk penetapan zona dan perizinan formal.
Sementara, Kepala Jawatan Projo mewakili Pemerintah Kapanewon Ponjong, Suyatno menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa masyarakat Ponjong mayoritas adalah peternak, sehingga kebutuhan akan pakan sangat tinggi.
Saya sendiri sudah tanam Indigofera sejak di Girisubo. Tanaman ini tahan di lahan kritis, bahkan tetap tumbuh di musim kemarau. Harapannya program ini bisa diperluas ke Kalurahan lain, seperti Sumbergiri, Sawahan, dan Tambakromo," ujarnya.
Suyatno menegaskan, program ini tidak hanya menyasar konservasi, tetapi juga menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan warga dan memperbaiki struktur ekosistem di wilayah yang rentan kekeringan.
Baca Juga: Pasok PLTU Adipala, PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap
Vice President Transisi Energi dan Perubahan Iklim PLN, Anindita Satria Surya mengatakan, program ini telah berjalan selama dua tahun dan menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 175.000 pohon multifungsi telah ditanam, termasuk tanaman Indigofera yang dinilai memiliki manfaat ganda.
“Tanaman ini sudah mencapai tinggi rata-rata 4 meter dan siap untuk dipruning. Dulu warga sampai jual sapi demi kasih makan sapi. Sekarang pakan ternak mulai bisa dipenuhi sendiri. Ini transformasi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Jawatan Projo mewakili Pemerintah Kapanewon Ponjong, Suyatno menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa masyarakat Ponjong mayoritas adalah peternak, sehingga kebutuhan akan pakan sangat tinggi.
Saya sendiri sudah tanam Indigofera sejak di Girisubo. Tanaman ini tahan di lahan kritis, bahkan tetap tumbuh di musim kemarau. Harapannya program ini bisa diperluas ke Kalurahan lain, seperti Sumbergiri, Sawahan, dan Tambakromo," ujarnya.
Suyatno menegaskan, program ini tidak hanya menyasar konservasi, tetapi juga menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan warga dan memperbaiki struktur ekosistem di wilayah yang rentan kekeringan.
Baca Juga: Pasok PLTU Adipala, PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap
Vice President Transisi Energi dan Perubahan Iklim PLN, Anindita Satria Surya mengatakan, program ini telah berjalan selama dua tahun dan menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 175.000 pohon multifungsi telah ditanam, termasuk tanaman Indigofera yang dinilai memiliki manfaat ganda.
“Tanaman ini sudah mencapai tinggi rata-rata 4 meter dan siap untuk dipruning. Dulu warga sampai jual sapi demi kasih makan sapi. Sekarang pakan ternak mulai bisa dipenuhi sendiri. Ini transformasi,” ujarnya.
Lihat Juga :